Ribuan Korban Banjir Bantul Dievakuasi, Satu Tewas Dua Hilang

Muhammad Taufiq

Selasa, 19 Maret 2019 - 10:52

JATIMNET.COM, Bantul – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu 17 Maret 2019, menyebabkan air sungai meluap dan merendam 21 titik wilayah di sembilan kecamatan di sana. Bencana banjir tersebut bahkan disertai longsor.

Akibat banjir satu orang meninggal dunia, sementara dua lagi dinyatakan hilang. Kemudian sekitar 5.000 warga Bantul dievakuasi menuju posko-posko pengungsian. Pada Senin 18 Maret 2019, sudah dua gelombang tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT DIY dan MRI yang diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto menegaskan, tim sudah diterjunkan di beberapa titik di Bantul untuk menyusuri lokasi banjir dan membantu evakuasi warga. "Pagi tadi, tim DER - ACT DIY dan MRI gelombang kedua juga dikirim ke tujuh titik di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul untuk membantu evakuasi longsor," ujarnya, Selasa 19 Maret 2019.

BACA JUGA: Banjir Masih Rendam Sentani, 4.157 Jiwa Mengungsi

ACT, bersama tim SAR gabungan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua orang tersebut. "Dua di antaranya adalah ibu-ibu dan satu lagi masih anak-anak," kata Haidar, Komandan MRI untuk evakuasi banjir Bantul.

Haidar menjelaskan, selain evakuasi, 15 anggota tim juga melakukan gotong royong untuk pembersihan jalan-jalan. Bahkan, beberapa akses jalan lumpuh sehingga tim mesti membuka jalan darurat untuk mempermudahnya. "Menggunakan alat-alat berat untuk membuka akses jalan darurat, juga menggunakan alat-alat sederhana lainnya," kata Haidar.

Hingga kini, tim terus mengusahakan evakuasi di Desa Wukirsari dan mencari korban-korban yang belum ditemukan. "Untuk aksi selanjutnya, kami Insya Allah akan segera mengirimkan bantuan ke lokasi," kata Haidar.

BACA JUGA: Ratusan Rumah Warga Jember Terendam Banjir

Sementara itu Tedjo, salah satu personel DER - ACT DIY yang ikut turun ke lapangan menjelaskan, sebuah rumah di Desa Wukirsari dan beberapa fasilitas umum lainnya ikut terkena dampak dari banjir. "Ada yang rusak seperti jembatan yang jebol, kalau banjir sendiri berangsur-angsur sudah mulai surut," papar Tedjo. 

Ia melanjutkan, untuk Desa Wukirsari sendiri, total kerugian sementara ditaksir berjumlah 50 juta rupiah, berdasarkan data yang dihimpun tim DER - ACT DIY. Mengingat curah hujan yang tinggi di beberapa hari terakhir, masyarakat Yogyakarta diminta untuk siap siaga, utamanya adalah bahaya banjir dan longsor.

BACA JUGA: Jatim Darurat Banjir, ACT-MRI Buka Posko dan Lakukan Pendataan

Baca Juga

loading...