JATIMNET.COM, Kediri – Universitas Nusantara PGRI Kediri berkolaborasi dengan 10 sekolah dari berbagai jenjang di Kediri, mulai Taman Kanak-kanak, SD, SMP, hingga jenjang SMA. Kolaborasi ini untuk menyiapkan kurikulum, buku panduan, dan suasana akademik yang bermutu.

Sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mencetak tenaga kependidikan, UN PGRI Kediri menugaskan 10 dosen dari 10 program studi untuk terjun langsung ke sekolah dari seluruh jenjang pendidikan, yaitu TK Negeri Pembina Mojoroto, SDN Sukorame 2, SMPN 3, SMAN 5, SMAN 7, dan SMKN 2 Kota Kediri.

Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) 2018 ini diinisiasi oleh Kemristekdikti melalui Dirjen Pembelajaran  dan Kemahasiswaan selama tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2018.

“Hibah PDS ini sangat penting dan membantu UN PGRI dalam menyiapkan kurikulum pembelajaran bagi mahasiswa yang tepat sasaran dengan tuntutan dunia kerja dan perkembangan masyarakat”, kata Rektor UN PGRI Kediri, Sulistiono, Selasa 6 November 2018.

Menurut Sulistiono, para dosen ditugaskan untuk mengobservasi dan melakukan praktik pembelajaran selama delapan kali tatap muka dengan harapan dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang baik dalam merevitalisasi LPTK.

Kolaborasi dengan sepuluh sekolah yang jenjang pendidikannya bervariasi diharapkan bisa memberikan gambaran yang utuh dalam menyiapkan kurikulum yang berkualitas bagi para mahasiswa di lingkungan UN PGRI.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Mojoroto, Maria berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan karena kebermanfataannya tidak hanya dirasakan LPTK, tapi juga oleh sekolah mitra pelaksana. “Semoga kegiatan ini terus berlangsung di tahun depan dengan cakupan yang lebih luas, sehingga banyak sekolah mitra dan guru yang dapat mengambil manfaat dari kegiatan PDS ini,” ungkapnya.