Ratusan Anak Putus Sekolah Ikuti Program Campus Social Responsibility

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 1 Mei 2019 - 07:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 569 anak putus sekolah warga kota Surabaya mengikuti program Campus Social Responsibility (CSR) yang digagas Dinas Sosial Pemerintah Kota Surabaya. Sebanyak 14 Perguruan Tinggi di Surabaya dilibatkan dalam program ini. 

“Program ini sudah berjalan lima tahun, tujuannya sebagai pendampingan anak putus sekolah dan rawan putus sekolah,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Disabilitas Agus Rosid di Kantor Dinsos, Selasa 30 April 2019.

Agus mengatakan tahun 2019 merupakan tahun pertama pemkot menggandeng 14 universitas di Surabaya, baik swasta maupun negeri.

BACA JUGA: Dinsos Surabaya Ubah Jadwal Penerima Permakan

Menurutnya, program CSR ini diselenggarakan selama delapan bulan mulai April hingga November. Tujuannya agar anak yang putus sekolah bisa termotivasi dan semangat untuk menempuh pendidikan kembali.

“Anak yang putus sekolah dalam program CSR ini adalah anak asuh. Sedangkan mahasiswanya sebagai kakak pendamping,” katanya.

Ia mengatakan ada 466 mahasiswa yang tergabung dalam program CSR. Dan setiap mahasiswa akan mendampingi satu anak asuh berdasarkan kategorinya.

Namun, karena jumlah anak asuh lebih banyak, ada beberapa mahasiswa akan mendampingi lebih dari satu anak. “Kakak pendamping akan ditentukan mengasuh anak berdasarkan domisili antara keduanya, penyelesaian permasalahan yang dibutuhkan anak maupun pendamping dan masih banyak lagi,” kata Rosid.

Ia mengatakan saat ini kakak pendamping dan anak asuh dalam tahap pengenalan berupa kegiatan gathering atau pertemuan yang bertujuan untuk membangun chemistry antara kakak pendamping dan anak asuh.

BACA JUGA: Tiga Agenda di Bulan Mei Sambut Hari Jadi Surabaya

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam acara Gathering Campus Social Responsibility di Universitas Surabaya (Ubaya) pada Senin 29 April 2019 kemarin menyampaikan pemkot ingin menyelamatkan masa depan generasi muda. Caranya, dengan memutus mata rantai permasalahan sosial sejak dini melalui mahasiswa yang berperan sebagai pendamping.

“Selain faktor masalah ekonomi keluarga, kemauan anak-anak untuk menempuh pendidikan, juga menjadi salah satunya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengimbau agar anak-anak yang putus sekolah dilaporkan ke pemkot untuk dicarikan solusinya.

Baca Juga

loading...