Puluhan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Hindari Penyalahgunaan Barang Bukti

M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 26 Maret 2019 - 15:22

JATIMNET.COM, Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak memusnahkan 50.464 botol minuman keras ilegal yang diselundupkan dari Singapura. Pemusnahan ini dilakukan setelah Kejari Tanjung Perak menerima salinan putusan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak Rachmat Supriady mengatakan pemusnahan ini menjerat dua tersangka Daniel Damaroy dan Dian Priyanto. Keduanya dianggap melanggar pasal 103 huruf a UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Pemusnahan ini untuk mengantisipasi adanya penyimpangan barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Rachmat, di sela pemusnahan puluhan ribu botol miras ilegal di Kawasan Pergudangan Margomulyo, Selasa 26 Maret 2019.

BACA JUGA: Polda Jatim Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menyebutkan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut menyelamatkan kerugian negara yang mencapai Rp 40 miliar. Selain itu, pemusnahan ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota Surabaya. Sebab dengan masuknya barang illegal mengancam pendapatan negara dari sector cukai.

Dengan disaksikan pihak kepolisian, pengadilan dan beberapa instansi lainnya, Kejari Tanjung Perak memimpin pemusnahan botol miras ilegal menggunakan mesin gilas.

Penyelundupan miras ilegal ini terungkap berkat kerjasama antara Bea Cukai Tanjung Perak dengan Bea Cukai Singapura (Singapore Customs). Pengiriman barang secara ilegal itu dideteksi dan dilakukan penindakan Bea Cukai Tanjung Perak.

BACA JUGA: Polisi Pastikan Barang Bukti JD Terkait Pengaturan Skor

Pada saat penindakan diketeahui dokumen yang dimiliki importir PT Golden Indah Pratama mendatangkan polyester yarn (benang poliester) sebanyak 780 pak. Berdasarkan analisis intelijen, petugas melakukan targeting terhadap tiga peti kemas tersebut dan melakukan pemeriksaan fisik pada 28 Juni 2018.

Pada saat pemeriksaan fisik itulah ditemukan 5.626 karton berisi 50.664 botol miras berbagai jenis dan merek yang diduga ilegal. Petugas melakukan penyegelan barang-barang tersebut karena melakukan pelanggaran pemalsuan dokumen, baik isi maupun jumlah dan jenis barang.

Baca Juga

loading...