Logo

Puluhan Kapal Hias Iringi Keberangkatan Calon Haji Gili Probolinggo

Berlangsung dalam tradisi Ngater Kajien
Reporter:,Editor:

Selasa, 21 April 2026 04:30 UTC

Puluhan Kapal Hias Iringi Keberangkatan Calon Haji Gili Probolinggo

Sejumlah kapal hias sedang mengantar jemaah calon haji haji asal Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga dalam tradisi Ngater Kajien, Selasa, 21 April 2026. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Tradisi “Ngater Kajien” kembali digelar saat musim haji di Kabupaten Probolinggo, Selasa, 21 April 2026.

Tradisi khas warga Pulai Gili Ketapang ini berlangsung meriah dengan iring-iringan kapal hias yang mengantar jemaah calon haji menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Ratusan warga tampak antusias turut mengiringi keberangkatan keluarga dan kerabat mereka. Kapal-kapal yang dihias warna-warni bersandar di dermaga, masing-masing membawa satu jemaah yang diantar puluhan hingga ratusan pengantar.

BACA: Gantikan Ibu yang Wafat, Relawan Ambulans Ini Siap Berangkat Haji

Suasana haru sekaligus penuh semangat mewarnai prosesi tersebut. Tradisi yang juga dikenal dengan sebutan “Ngater Kajien” atau “Ngereng Hajien” ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat, sebagai bentuk dukungan moral sekaligus doa bagi para jemaah.

‎Samroji, salah seorang jemaah calon haji asal Pulau Gili Ketapang mengaku terharu dengan tradisi yang terus dilestarikan ini.

‎‎“Setiap tahun memang seperti ini. Warga selalu mengantar, ini sudah jadi tradisi turun-temurun. Saya berangkat bersama istri dan anak, rasanya sangat terharu,” ujarnya.

‎‎Hal senada disampaikan Siti Nur Aisyah, warga setempat yang turut mengantar. Ia berharap, kebersamaan dalam tradisi ini membawa berkah bagi semua warga.

BACA: Nabung Puluhan Tahun, Pasutri Penjual Pisang Berhak Berangkat Haji 

‎‎“Kami ikut mengantar dengan harapan bisa mendapat berkah dan suatu saat juga bisa berangkat ke Tanah Suci,” katanya.

‎Setelah prosesi pengantaran, sebagian warga melanjutkan perjalanan dengan berziarah ke makam Sunan Ampel sebagai bagian dari rangkaian spiritual.

‎Pada musim haji tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 32 calon jemaah haji dari Pulau Gili Ketapang diberangkatkan.