Logo

Proyek Rusun Polres Sampang Rp3,8 Miliar Disorot, Jarak Begel Kolom Praktis Tak Seragam

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 November 2026 08:00 UTC

Proyek Rusun Polres Sampang Rp3,8 Miliar Disorot, Jarak Begel Kolom Praktis Tak Seragam

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan rumah susun Polres Sampang, Jumat 6 November 2026. Foto: Zainal Abidin/Jatimnet

JATIMNET.COM, Sampang – Proyek pembangunan rumah susun (rusun) Polres Sampang senilai Rp3,8 miliar mulai menuai sorotan. Pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan PT Abyakta Karya Utama itu diduga menunjukkan ketidaksesuaian teknis, terutama pada pemasangan begel besi di bagian kolom praktis.

Temuan di lapangan memperlihatkan jarak pemasangan begel besi pada sejumlah kolom praktis tidak seragam. Hasil pengukuran menunjukkan jarak antarbegel bervariasi, mulai dari 15 sentimeter, 20 sentimeter, hingga 22 sentimeter. Perbedaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi proyek pada Jumat, 6 November 2026, pembangunan rusun dua lantai tersebut telah memasuki tahap pengerjaan plesteran dan acian dinding.

 

BACA: Demo Mahasiswa di Kejari Sampang Memanas, Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong 

Salah seorang pekerja bernama Rahman mengatakan, proyek pembangunan rusun Polres Sampang telah berjalan hampir satu bulan. Pekerjaan itu memiliki masa pelaksanaan selama 121 hari kalender dengan melibatkan sekitar 30 pekerja dari Sampang maupun luar daerah.

"Pelaksanaan proyek selama 121 hari kalender. Proyek ini mempekerjakan sekitar 30 pekerja yang berasal dari Sampang dan luar daerah," ujarnya.

Rahman menjelaskan, bangunan rusun tersebut terdiri atas dua lantai dengan masing-masing lantai memiliki lima ruangan. Saat ini, para pekerja memprioritaskan penyelesaian plesteran dinding sekaligus pemasangan kerangka atap.

"Saat ini kami fokus penyelesaian pekerjaan plesteran dan pemasangan kerangka atap," katanya.

BACA: DPUPR Sampang Benahi Jalur Gunung Maddah–Banjar Talela yang Rawan Banjir 

Namun, Rahman tidak bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut ketika ditanya mengenai perbedaan jarak pemasangan begel besi pada kolom praktis tersebut. Ia meminta media mengarahkan konfirmasi kepada konsultan pengawas proyek, PT Wilwatikta Kusuma Konsultan.

"Konfirmasi ke konsultan pengawasnya saja (PT Wilwatikta Kusuma Konsultan). Saya di sini hanya mengawasi pekerja dan ketersediaan bahan material proyek," jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Wilwatikta Kusuma Konsultan, Fandy, belum memberikan penjelasan mengenai temuan tersebut. Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.