Kamis, 05 November 2026 11:24 UTC

Bupati Probolinggo Gus Haris bersama unsur terkait memeriksa peralatan penanggulangan bencana seusai apel kesiapsiagaan di Mapolres Probolinggo, Kamis, 5 November 2026. Foto: Zulafif/Jatimnet
JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada 2026. Pemerintah menyiagakan personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem.
Kesiapan lintas sektor tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Mapolres Probolinggo, Kamis, 5 November 2026.
Apel tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur terkait siap menjalankan tugas ketika bencana terjadi. Selain mengecek kesiapan personel, kegiatan itu juga mencakup pemeriksaan kendaraan operasional dan peralatan pendukung penanggulangan bencana.
Bupati Probolinggo Gus Haris meminta seluruh petugas meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Ia mengingatkan setiap personel agar mengenali kondisi wilayah tugas masing-masing, terutama kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
"Kita harus selalu siap dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Seluruh personel harus meningkatkan kewaspadaan, memahami wilayah rawan bencana serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung," kata Gus Haris.
Menurut Gus Haris, penanganan bencana tidak dapat mengandalkan satu instansi. Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat agar setiap unsur dapat bergerak cepat ketika menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung upaya pemerintah daerah. Ia meminta seluruh personel mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat, terutama ketika keselamatan warga terancam.
"Polres Probolinggo siap bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD dan seluruh stakeholder terkait. Apabila terjadi bencana, personel harus mampu bergerak cepat dan memberikan respons yang tepat demi keselamatan masyarakat," tegas Asmida.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya akibat perubahan cuaca. Ia meminta warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda bencana atau kondisi yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar.
Setelah apel, Gus Haris bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memeriksa sejumlah peralatan penanggulangan bencana. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan berfungsi dan dapat digunakan sewaktu-waktu.
Melalui kesiapan personel, sarana, dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Probolinggo berharap petugas dapat menangani bencana secara lebih cepat, terarah, dan efektif. Upaya tersebut juga ditujukan untuk menekan risiko korban jiwa serta kerugian akibat bencana hidrometeorologi.
