Senin, 26 October 2026 05:30 UTC

Pengerjaan proyek pemeliharaan berkala dan peningkatan struktur ruas jalan Gunung Maddah – Banjar Talela, Kecamatan Sampang. Foto: DPUPR Sampang for Jatimnet
JATIMNET.COM, Sampang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sampang terus melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Salah satu prioritasnya adalah menuntaskan permasalahan genangan air di wilayah rawan banjir. Oleh karena itu, pemeliharaan berkala dan peningkatan struktur ruas jalan Gunung Maddah – Banjar Talela, Kecamatan Sampang tengah dikebut pengerjaannya.
Proyek fisik senilai Rp500 juta yang dikerjakan oleh CV Alvin Jaya untuk memperlebar ruas jalan dan memperkuat konstruksi jalan. Dengan demikian, dapat mendukung peningkatan ekonomi serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Jalan tersebut memiliki peran krusial bagi mobilitas warga karena menjadi jalur alternatif utama saat wilayah Desa Baruh dan Gunung Maddah terendam banjir.
Ketika banjir melanda, para pengendara dari arah Kecamatan Omben yang hendak menuju Kota Sampang dialihkan melewati rute Banjar Talela.
Plt Kabid Jalan dan Jembatan DPUPR Sampang, Syahrul Anam Baidowi mengatakan ruas jalan Gunung Maddah – Banjar Talela mendapat perhatian khusus karena selama bertahun-tahun menjadi titik rawan banjir. Ketika air meluap, akivitas warga di jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga itu kerap lumpuh.
"Peningkatan jalan Gunung Maddah - Banjar Talela ini prioritas utama. Setiap musim hujan kawasan ini selalu tergenang, sehingga akses warga untuk menuju pelayanan terhambat. Penanganannya pun dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran," kata Syahrul, Senin 26 Oktober 2026.
Secara teknis, jalan Gunung Maddah - Banjar Talela akan dilebarkan dengan perkerasan beton (rigid pavement) selebar 4,5 meter dan tebal 17 sentimeter. Sementara, panjang jalan yang ditangani sekitar 215 meter.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada Desember 2026. Target tersebut diharapkan tercapai dengan dukungan cuaca yang baik dan pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis.
Dinas juga menekankan kewajiban kontraktor memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal warga Sampang. "Kontraktor harus profesional dan wajib menyerap pekerja lokal. Pembangunan ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur berkualitas, tapi juga menjadi pendorong ekonomi warga sekitar," ujar Syahrul. (adv/inforial)
