Logo

Pemkab Madiun Siapkan Anggaran untuk Kembangkan Kampung Pesilat

Reporter:

Jumat, 09 October 2026 23:00 UTC

Pemkab Madiun Siapkan Anggaran untuk Kembangkan Kampung Pesilat

Bupati Madiun Hari Wuryanto (tengah) didamping Wakil Bupati Purnomo Hadi (kiri) saat memberikan pengarahan dalam sarasehan Kampung Pesilat di Balai Desa Pilangkenceng, Kecamatan Pilangkenceng, Jumat malam, 9 Oktober 2026. Foto: Diskominfo.

JATIMNET.COM, Madiun – Pemkab Madiun menyiapkan dukungan anggaran untuk mengembangkan pencak silat sebagai ikon daerah. Upaya ini mencakup pelestarian budaya, pendidikan karakter, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Bupati Madiun Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia. Regulasi itu juga mengatur pendanaan program melalui APBD.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, pencak silat memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena kepengurusan pusat delapan dari 14 perguruan silat berada di Madiun.

Menurut dia, potensi tersebut perlu diimbangi dengan upaya pelestarian sekaligus pengembangan pencak silat sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

“Maka, saya meminta Dinas Pendidikan mengeluarkan kurikulum tentang pencak silat,” ujarnya saat sarasehan Kampung Pesilat di Balai Desa Pilangkenceng, Kecamatan Pilangkenceng, Jumat malam, 9 Oktober 2026.

Pemkab Madiun juga ingin menjadikan pencak silat sebagai daya tarik wisata daerah. Salah satunya dengan menampilkan atraksi pesilat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Ponorogo punya Reog, Banyuwangi punya Tari Gandrung, kita di Madiun punya pencak silat,” kata Hari Wuryanto, yang akrab disapa Hari Wur dalam sarasehan Kampung Pesilat untuk memperkuat budaya damai dan persaudaraan antarperguruan silat di Balai Desa Pilangkenceng, Kecamatan Pilangkenceng, Jumat malam, 9 Oktober 2026. 

Dia berharap paguyuban perguruan silat turut mendirikan sanggar untuk melatih generasi muda sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pencak silat. 

Dukungan pendanaan, lanjutnya, telah diatur dalam Perbup Nomor 48 Tahun 2025.“Harus ada anggarannya. Kita sudah mengatur di dalam regulasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Menurut dia, situasi yang kondusif menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor dan menggerakkan perekonomian.

Dia menyebut komunikasi antarpemangku kepentingan, kepemimpinan yang adil, serta peran aparat keamanan dan perlindungan masyarakat dibutuhkan untuk menjaga kondisi tersebut.

Purnomo juga mengingatkan pentingnya toleransi di antara perguruan pencak silat agar persaudaraan dan ketertiban di Kabupaten Madiun tetap terjaga.

Pesan itu disampaikan dalam sarasehan Kampung Pesilat yang diikuti jajaran Forkopimcam Pilangkenceng, pemerintah desa se-Kecamatan Pilangkenceng, warga, serta paguyuban dari enam perguruan pencak silat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya damai dan persaudaraan antar perguruan yang sejalan dengan pencanangan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia pada Oktober 2018. (adv/inforial)