Produksi Sepatu Indonesia Peringkat Empat Dunia

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Minggu, 7 April 2019 - 15:56

JATIMNET.COM, Jakarta  - Produksi sepatu Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia dengan total 1,4 miliar pasang pada 2018, yang memberi kontribusi sebesar 4,6 persen dari total produksi sepatu di dunia.

"Indonesia menduduki posisi keempat sebagai produsen alas kaki di dunia setelah Cina, India, dan Vietnam. Selain itu, juga menjadi negara konsumen sepatu terbesar keempat dengan konsumsi 886 juta pasang alas kaki," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih, Minggu 7 April 2019.

Ia memaparkan saat ini jumlah industri alas kaki di Indonesia mencapai 18.687 unit usaha yang terdiri dari 18.091 unit usaha skala kecil, 441 unit usaha skala menengah, dan 155 unit usaha skala besar.

BACA JUGA: Sepatu Lukis Asal Surabaya, Diminati Konsumen Mancanegara

"Belasan ribu unit usaha tersebut telah menyerap tenaga kerja sebanyak 795.000 orang," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Itu tercermin dari pertumbuhan kelompok industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang mencapai 9,42 persen pada tahun 2018 atau naik signifikan dibandingkan 2017 sekitar 2,22 persen. Capaian tahun lalu tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen.

BACA JUGA: Pasar Sepatu Jatim Berpeluang Tumbuh 6 Persen

"Ekspor alas kaki nasional juga mengalami peningkatan hingga 4,13 persen, dari tahun 2017 sebesar 4,91 miliar dolar AS menjadi 5,11 miliar dolar AS pada 2018," ungkapnya.

Airlangga optimistis akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai 6,5 miliar dolar AS pada 2019 dan menjadi 10 miliar dolar AS dalam empat tahun ke depan.

Airlangga mengingatkan ada peluang pasar ekspor baru dengan penandatanganan CEPA antara Indonesia dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA).

"Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era Industri 4.0 agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik," ujarnya. (ant)

Baca Juga

loading...