JATIMNET.COM, Jakarta - Produk organik Indonesia berhasil meraup USD 7,9 juta atau setara Rp 114 miliar dalam pameran Natural Product Expo West (NPEW) di Anaheim, Amerika Serikat.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Antonius A. Budiman mengatakan transaksi yang berhasil dibukukan itu enam kali lipat lebih tinggi dibandingkan hasil transaksi tahun lalu.
 
“Ini menunjukkan besarnya kepercayaan pasar pada produk Indonesia dan tingginya permintaan produk organik di pasar AS," ujar Antonius dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Jumat 15 Maret 2019.

Di acara itu, Paviliun Indonesia menampilkan empat perusahaan, yaitu Harendong Green Farm, Mega Inovasi Organik, Mega Organik Indonesia, dan IMC Coconut.

BACA JUGA: Paviliun Indonesia Kenalkan Kuliner Nusantara di Davos

"Keseluruhan perusahaan yang ikut dalam pameran telah melewati proses kurasi yang selektif dari manajemen pameran," katanya.

Karena, kata Antonius, untuk memastikan para peserta telah memiliki kualitas produksi yang baik, berkelanjutan, dan memiliki sertifikasi organik yang diakui secara internasional.

Ia mengatakan Paviliun Indonesia mendapatkan lokasi strategis, yaitu di aula utama sekaligus zona produk organik. Ini memberikan keuntungan tersendiri, yaitu bisa mendapatkan eksposur yang tinggi terhadap para pembeli premium dari AS, Kanada, Inggris, Australia, Jepang dan Hongkong.

BACA JUGA: Defisit Perdagangan dengan Rusia, Kemendag Dukung Ekspor Olahan Kopi

Selain itu, Paviliun Indonesia juga dikunjungi oleh perwakilan perusahaan manufaktur besar seperti Unilever, Nestle, dan Pepsi Co yang hadir dalam pameran tersebut untuk memenuhi kebutuhan suplai produknya.

Berbagai produk yang ditampilkan di Paviliun Indonesia adalah varian teh hijau, teh hitam, dan teh oolong dari Lebak, Banten, yang telah mendapatkan sertifikasi organik dari badan IMO, Switzerland.

Selain itu, ada juga keripik yang terbuat dari 100 persen keripik ubi alami tanpa pengawet dan berhasil memenangkan Sofi Award 2018 dari Specialty Food Association. Produk lain yang juga menarik perhatian pembeli di Paviliun Indonesia adalah gula kelapa organik Indonesia dan buah salak yang memiliki rasa serta tampilan yang unik.

BACA JUGA: Indonesia Raup Jutaan Dolar di Pameran Mamin Internasional

Berbagai rempah organik juga memperkaya variasi produk organik yang ditawarkan. Berdasarkan pengakuan dari sejumlah pembeli yang hadir, produk natural dan organik Indonesia masih berpotensi sangat besar untuk memasuki pasar AS yang saat ini mengutamakan gaya hidup sehat.

Tren vegan misalnya yaitu pola makan yang tidak mengonsumsi daging dan produk berbahan dasar susu (susu, keju, dan telur) menciptakan potensi pasar bagi produk makanan dan minuman yang berbahan dasar tanaman (plant based food).

Pengunjung juga menyukai produk dengan kemasan individual dan praktis, serta langsung dapat dinikmati seperti fruit jerky, protein bars, protein bites, fruit bites, dan sebagainya.

"Diharapkan nantinya semakin banyak perusahaan Indonesia yang memanfaatkan tren natural dan organik ini, sehingga produk makanan dan minuman Indonesia semakin berkualitas dan mendapat harga premium di pasar AS," tandas Antonius.