Kamis, 28 May 2026 12:18 UTC

Sejumlah polisi mengevakuasi jenazah Slamet Daroini usai tewas terserempet kereta api, Kamis, 28 Mei 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Seorang pejalan kaki meninggal dunia setelah terserempet Kereta Api Penataran di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Kamis, 28 Mei 2026 sekitar pukul 04.40 WIB. Korban diketahui bernama Slamet Daroini (48), warga Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi menjelaskan, sebelum kejadian korban berjalan di sisi barat rel kereta api. Saat itu, korban disebut berjalan sangat dekat dengan jalur rel dan tampak seperti linglung.
Pada waktu bersamaan, KA Penataran relasi Surabaya-Blitar melintas dari arah utara menuju selatan. Masinis sempat membunyikan klakson berkali-kali sebagai peringatan agar korban menjauh dari rel.
"Namun korban tidak mendengar atau bagaimana. Sehingga terjadi laka, korban terjatuh dengan luka kepala, tangan kanan patah, dan kaki kiri patah. Korban meninggal dunia di tempat," ujar Haryoko.
Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka berat di bagian kepala, patah tangan kanan, serta patah kaki kiri. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas Polsek Wonocolo yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur menggunakan ambulans milik Dinas Sosial Kota Surabaya.
Sementara itu, polisi juga masih mendalami penyebab pasti korban berada sangat dekat dengan rel kereta api saat kejadian berlangsung. Hingga kini, aparat belum dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
Kanitreskrim Polsek Wonocolo Ipda Abdul Rohim mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya indikasi bunuh diri. Polisi juga menemukan tas milik korban di sekitar lokasi kejadian.
"Dari lokasi ditemukan tas korban berisi gunting dan uang receh yang berceceran diduga berasal dari tas korban," kata Rohim.
Saat ditanya terkait dugaan bunuh diri, Rohim menegaskan pihak kepolisian belum dapat mengambil kesimpulan.
"Kita belum bisa memastikan (apakah korban bunuh diri)," tandasnya.
