Logo

Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh dan Sumatra

Reporter:

Rabu, 07 January 2026 01:00 UTC

Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh dan Sumatra

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan hunian sementara di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis, 18 Desember 2025. Foto: BPMI Setpres

JATIMNET.COM – Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi terdampak banjir bandang, yakni Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya usai mengikuti taklimat awal tahun di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 6 Januari 2026, menjelaskan bahwa Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas.

“Beliau menunjuk Bapak Jenderal Tito Karnavian, Mendagri, sebagai Ketua Satgas yang didampingi oleh Wakil Ketua Satgas Bapak Richard Tampubolon. Kemudian juga dibantu ada dewan pengarah yang akan diketuai Menteri Koordinator BIdang PMK,” ujarnya.

Menurut menteri yang akrab disapa Pras ini, penunjukan Mendagri sebagai ketua satgas didasarkan pada luasnya wilayah terdampak yang mencakup tiga provinsi.

“Dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Dalam Negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah Pak Mendagri dapat dikoordinasikan dengan lebih baik,” katanya.

Terkait target kerja, Pras menegaskan bahwa satgas akan bekerja secepat-cepatnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Sementara target prioritas pemerintah berfokus pada pembangunan hunian yang layak bagi para warga terdampak.

“Kalau target ya secepat-cepatnya. Khan tahap-tahapannya juga sudah ada ya. Untuk prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara-saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” katanya.

Lebih lanjut, Pras menyampaikan bahwa sejumlah pihak mulai dari kementerian/lembaga, Polri, hingga Danantara terlibat aktif dalam upaya pemulihan.

Sementara Kementerian Pekerjaan Umum telah merencanakan penanganan berdasarkan data kerusakan.

“Untuk yang rusak ringan dan rusak sedang dalam waktu secepat-cepatnya untuk direalisasikan kompensasi, supaya saudara-saudara kita bisa segera memperbaiki rumahnya masing-masing dan kembali dari pengungsian, kembali ke kediaman masing-masing,” kata Pras.