Senin, 12 October 2026 07:30 UTC

Upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di lapangan belakang Kantor Pemkab Kediri, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: kedirikab.go.id
JATIMNET.COM, Kediri – Potensi pertanian Kabupaten Kediri menjadi salah satu modal untuk memperkuat ketahanan pangan Jawa Timur. Pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian sekaligus memperluas daya saing produk unggulan daerah.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, pengembangan potensi daerah membutuhkan sinergi antarkabupaten dan kota agar pembangunan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Dewi saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di lapangan belakang Kantor Pemkab Kediri, Senin, 12 Oktober 2026.
"Program-program yang bisa kita sinergikan bersama diharapkan dapat membuat kita sama-sama maju, berkembang, dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat," katanya.
Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah penopang kebutuhan beras nasional. Dalam sambutan yang dibacakan Dewi, produksi Gabah Kering Giling (GKG) Jawa Timur pada 2025 disebut mencapai lebih dari 10,4 juta ton.
Kabupaten Kediri turut memiliki peran melalui sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan banyak warganya. Dukungan program pemerintah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian.
"Kita di pemerintahan juga terus mendorong bagaimana produk-produk unggulan daerah ini bisa semakin dikenal luas dan memiliki daya saing," tambahnya.
Selain pertanian, pembangunan Jawa Timur periode 2025–2029 diarahkan melalui sembilan pilar Nawa Bhakti Satya sebagai landasan pelaksanaan berbagai program prioritas. Sinergi antardaerah diharapkan membantu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendukung agenda pembangunan provinsi. (ad)
