Minggu, 19 April 2026 14:07 UTC

Petugas BPBD Surabaya saat mengevakuasi korban tertabrak kereta di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya, Minggu, 19 April 2026. Foto: Command Center 112
JATIMNET.COM, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus wanita tanpa identitas yang tewas tertabrak kereta api di jalur rel kawasan Wonokromo, Surabaya, Minggu dini hari, 19 April 2026.
Tim INAFIS Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Petugas mendalami kronologi kejadian serta kemungkinan adanya faktor kelalaian maupun kondisi lingkungan di sekitar rel.
Selain itu, polisi juga menelusuri aktivitas korban sebelum kejadian. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui dan petugas masih berupaya menemukan pihak keluarga.
“Polisi masih melakukan identifikasi serta mencari keberadaan keluarga korban,” tutur Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, saat dikonfirmasi pada Minggu malam, 19 April 2026.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, menyebut korban diduga berada terlalu dekat dengan jalur rel saat kereta tambahan pengangkut material melintas.
BACA: Diduga Berjalan Terlalu Dekat, Wanita Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta di Surabaya
“BPBD berkoordinasi dengan pihak keamanan KAI terkait jadwal kereta yang akan melintas untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman,” ujarnya.
Insiden ini kembali menjadi perhatian terkait aspek keselamatan di jalur rel aktif, terutama di titik-titik yang masih mudah diakses masyarakat tanpa pembatas yang memadai.
Sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di samping rel di KM 67 jalur Wonokromo setelah tertabrak kereta tambahan yang melintas dari arah selatan ke utara.
BACA: Maki Guru dan Pukul Siswa SD, Pengemudi Mobil Ditangkap di Pasuruan
Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 01.54 WIB melalui Command Center. Tim gabungan kemudian bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas memastikan korban telah meninggal dunia sebelum dilakukan proses evakuasi dengan koordinasi bersama pihak KAI guna menjaga keselamatan perjalanan kereta lainnya.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa ke RSUD Dr. Soetomo menggunakan ambulans Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut..
