Logo

Khofifah: 4,8 Juta Lansia di Jatim Harus Tetap Sehat dan Produktif

Reporter:,Editor:

Jumat, 29 May 2026 09:51 UTC

Khofifah: 4,8 Juta Lansia di Jatim Harus Tetap Sehat dan Produktif

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyapa lansia dalam peringatan hari lansia, Jumat, 29 Mei 2026. Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga lanjut usia (lansia) agar tetap dapat menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat.

Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 tingkat Jawa Timur yang dikemas melalui kegiatan Sapa Lansia Jawa Timur Sejahtera (Jawara) di kawasan Pasar Bentoel dan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Netra (UPT RSBN) Malang, Jumat, 29 Mei 2026.

Khofifah mengatakan, jumlah lansia di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 4,8 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar para lansia tetap memperoleh perlindungan sosial, layanan kesehatan, serta kesempatan untuk terus berdaya.

“Peringatan HLUN ini menjadi momentum untuk memastikan para lansia di Jawa Timur tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia menjalani masa tua,” kata Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan lansia mengikuti berbagai layanan kesehatan dan sosial secara gratis. Sebanyak 100 lansia menjalani pemeriksaan kesehatan hasil kolaborasi Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) bersama RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Selain itu, 100 lansia menerima layanan pemeriksaan mata dan bantuan kacamata baca dari RS Mata Masyarakat Surabaya. Layanan fisioterapi gratis yang disediakan UPT RSBN Malang juga mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Menurut Khofifah, perhatian terhadap kelompok lansia harus diwujudkan melalui program nyata yang berkelanjutan, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial.

“Lansia harus terus diberi ruang untuk berdaya karena pengalaman dan semangat mereka menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur mantan Mensos ini.

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jawa Timur juga menyerahkan zakat produktif kepada 100 pedagang lansia dan pelaku UMKM lansia di sekitar Pasar Bentoel dan UPT RSBN Malang. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu untuk mendukung pengembangan usaha mereka.

Selain bantuan produktif, Pemprov Jatim terus memperkuat program kesejahteraan lansia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus. Pada 2026, sebanyak 54 ribu lansia tercatat menerima bantuan tersebut dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar.

Program PKH Plus menyasar lansia berusia di atas 70 tahun yang berasal dari keluarga penerima manfaat PKH reguler. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp2 juta yang disalurkan dalam empat tahap sepanjang tahun.