Logo

Pertumbuhan Uang Beredar pada Februari 2026 Melambat 10 Persen

Reporter:,Editor:

Sabtu, 28 March 2026 05:00 UTC

Pertumbuhan Uang Beredar pada Februari 2026 Melambat 10 Persen

Ilustrasi. Dok.Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Surabaya – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2026 melambat 10,0 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa posisi M2 pada Februari tercatat Rp10.089, 9 triliun. Angka tersebut meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

“Dalam arti luas (M2), uang beredar tumbuh positif pada Februari 2026,” katanya di Surabaya, Jumat, 27 Maret 2026.

Menurutnya, pertumbuhan likuiditas dalam arti luas ini ditopang oleh komponen uang beredar, yaitu uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

Lebih lanjut, Ramdan menjelaskan, M1 tercatat tumbuh cukup tinggi sebesar 14,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat. Sementara itu, uang kuasi tumbuh sebesar 3,1 persen (yoy), menunjukkan stabilitas pada instrumen simpanan berjangka dan tabungan.

Sedangkan perkembangan M2 pada Februari 2026, ia menyatakan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, terutama peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) serta penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh signifikan sebesar 25,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 22,6 persen (yoy).

Kenaikan ini mencerminkan peran kebijakan fiskal yang masih ekspansif dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.