Pertamina Prediksi Peningkatan Konsumsi LPG Sembilan Persen selama Ramadan

Baehaqi Almutoif

Kamis, 9 Mei 2019 - 10:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V memastikan pasokan LPG di Jawa Timur selama Ramadan dan lebaran 2019 terjamin. Hal ini dikatakan Unit Manager Communication and CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji.

Ia mengatakan, tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) khusus LPG telah dibentuk untuk menjaga ketersediaan pasokan. Tim ini bertugas sejak H-30 hingga H+15 Idul Fitri.

"Tim Satgas ini akan berperan khusus dalam memantau dan mengkoordinasikan penyaluran LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi hingga pemantauan kondisi di lapangan. Sehingga ketersediaan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi,"ujar Rustam dalam keterangan resminya, Rabu 8 Mei 2019.

BACA JUGA: Pertamina Siapkan 43 SPBU Sepanjang Tol Trans Jawa

Pertamina memprediksi, saat lebatan terjadi peningkatan konsumsi tujuh hingga sembilan persen. Dengan estimasi angka mencapai 105.300 metric ton (MT) untuk LPG Subsidi 3 kilogram, dan 6.800 MT untuk LPG Non-Subsidi.

Saat ini permintaan LPG masih dalam kondisi normal rata, yaitu sebesar 97.000 Metric Ton (MT) per bulan untuk LPG 3 kilogram. Sedangkan untuk LPG Non-Subsidi sebesar 6.350 MT per bulan.

Pertamina mengoptimalkan stok di enam Depot dan Kilang LPG yang ada di Jatim, yang memiliki kapasitas total 119.000 MT. Termasuk yang terbesar di Floating-Storage-Offloading (FSO) Kalbut, Situbondo, yang berkapasitas 2 x 44.000 MT.

"Pertamina juga menjaga kehandalan sarana fasilitas di SP(P)BE dan sarana Mobil Tangki LPG," tuturnya.

BACA JUGA: Indonesia Bikin Bensin dan LPG dari Sawit dengan Co-Processing

Ia mengatakan Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap akan buka dan melayani kebutuhan LPG di hari libur.

Di Jawa Timur, jumlah Agen Siaga mencapai 352 untuk LPG 3 kilogram dan 64 agen untuk LPG Non-subsidi. Sedangkan Pangkalan Siaga LPG 3 kilogram mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kilogram.

"Kami telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM, Dinas Perindustrian san Perdagangan, serta TPID di Jawa Timur untuk menjaga lonjakan harga," ungkapnya.

 

Baca Juga

loading...