Senin, 26 January 2026 05:00 UTC

Petugas kepolisian saat melakukan penyelidikan dengan temuan jenazah janda berlumuran darah di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Senin, 26 Januari 2026. Foto: Satria
JATIMNET.COM, Ponorogo – Warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo mendadak gempar, Senin pagi, 26 Januari 2026.
Gara-garanya, seorang perempuan bernama Nur Aini, 55 tahun ditemukan dalam posisi tergeletak dan sudah tak bernyawa di dalam rumahnya.
Jenazah perempuan itu kali pertama diketahui oleh Prayitno, salah seorang tetangga. Pagi tadi, saksi sengaja mencari tahu keberadaan korban.
Sebab, Saban pagi Nur Aini selalu terlihat berangkat bekerja untuk membantu di sebuah toko. Namun, pagi tadi, korban tak menampakkan batang hidungnya. Kondisi yang tak biasa ini membuat warga curiga.
“Saya ingin mengeceknya ke toko, apakah memang berada di sana. Tapi, keluarga saya menyarankan untuk mengecek ke rumahnya (korban) terlebih dulu,” ujar Prayitno.
BACA: Eksekutor Perampokan Maut di Agen BRILink Gresik Dituntut 14 Tahun Penjara
Mendengar permintaan itu, saksi menuju ke rumah Nur Aini. Karena pintu rumah terkunci, Prayitno mengintip ke dalam rumah melalui jendela dengan bantuan cahaya lampu.
Dari situ, ia melihat sesosok tubuh tergeletak di dalam rumah.“Saya lihat sudah tergeletak, saya panggil-panggil tidak ada jawaban,” ungkap Prayitno.
Saat korban diketahui tergeletak, tidak diketahui ada orang lain di dalam rumah tersebut. Seorang anaknya yang selama tiga bulan terakhir tinggal bersama Nur Aini juga tidak diketahui keberadaannya.
“Dia (korban) itu tinggal sama anak pertamanya. Sekarang posisi (anaknya) tidak tahu, di mana. Korban juga dari kemarin sudah tidak keluar rumah,” ujarnya.
Kematian korban di dalam rumah ini memunculkan teka-teki. Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kematian Nur Aini akibat tindak kekerasan.
BACA: Terdakwa Pembunuhan Agen BRILink Didakwa Pasal Berlapis, Terancam Hukuman Mati
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali menjelaskan bahwa pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang mengarah pada dugaan penganiayaan menggunakan benda tumpul.
“Terdapat luka-luka sobek, memar, disebabkan benda tumpul,” tutur Imam.
Dalam penyelidikan tersebut, Satreskrim Polres Ponorogo telah mengamankan puluhan barang bukti untuk mendalami kasus ini. Polisi juga meminta keterangan pada orang-orang terdekat korban.
“Sebelumnya memang korban ini tinggal bersama anaknya, saudara AJ (29), yang saat ini handphonenya tidak bisa dihubungi. Yang bersangkutan saat ini juga tidak ada,” jelas Imam.
