Logo

Satu Jam Melawan Pusaran, Tim SAR Evakuasi Jenazah Misterius di Dam Sipon Mojokerto

Berjibaku Penuh Resiko hingga Harus Ubah Strategi
Reporter:,Editor:

Minggu, 25 January 2026 10:04 UTC

Satu Jam Melawan Pusaran, Tim SAR Evakuasi Jenazah Misterius di Dam Sipon Mojokerto

Tim SAR saat melawan arus Sungai Brantas untuk mengevakuasi mr X. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Proses evakuasi jenazah pria tanpa identitas yang tersangkut di pusaran air Dam Sipon, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, berlangsung penuh risiko. Kuatnya arus Sungai Brantas memaksa tim SAR bekerja ekstra hati-hati saat melakukan penyelamatan, Minggu siang, 25 Januari 2026. 

Dalam proses tersebut, petugas mengerahkan perahu karet untuk menjangkau lokasi korban. Namun, pusaran air di sekitar bendungan menjadi tantangan utama karena arus yang tidak stabil berpotensi menyeret perahu ke area berbahaya dan mengancam keselamatan personel.

Derasnya aliran sungai membuat tim harus memperhitungkan setiap manuver. Upaya mendekati jenazah memerlukan koordinasi ketat antara tim di perahu dan petugas yang bersiaga di darat.

Salah satu relawan yang berada di atas perahu karet, Canda Hertadi, mengatakan tim harus berjuang melawan arus dari arah hilir untuk mencapai posisi korban yang berada tepat di pusaran air.

BACA: Mayat Tak Dikenal Ditemukan Mengapung di Aliran Sungai Brantas Mojokerto

"Kesulitannya karena arusnya cukup deras kita melawan arus," ungkapnya.

Ia menuturkan, dirinya bersama empat anggota tim yang berada di atas perahu karet sempat terombang-ambing akibat kuatnya aliran sungai. Kondisi semakin berbahaya karena jenazah berada di titik pusaran Dam Sipon yang dikenal memiliki tarikan arus sangat kuat.

"Kita tadi dari arah bawah jemput ke atas posisi mr x itu di pas pusaran air di dam sipon," jelasnya.

BACA: Penyebab Keracunan MBG di Mojokerto Mengarah ke Telur Ayam Rebus

Menurut Canda, derasnya arus membuat perahu karet sulit dikendalikan dan nyaris terseret ke pusat pusaran. Dalam situasi tersebut, tim terus berupaya menjaga keseimbangan perahu sambil berkoordinasi dengan petugas di darat.

"Arusnya disedot, jadi perahu karet kita sempat nggak mampu melawan arus," tuturnya.

Melihat risiko yang semakin tinggi, tim SAR memutuskan mengubah strategi evakuasi demi keselamatan personel. Metode manual dipilih untuk meminimalkan potensi kecelakaan di tengah pusaran air yang berbahaya.

BACA: 32 Ribu Pegawai SPPG Diangkat PPPK, Ekonom Umsura: Bisa Memunculkan Rasa Ketidakadilan

Evakuasi kemudian dilakukan dengan memanfaatkan tali dan kayu untuk mengamankan posisi jenazah sebelum dipindahkan ke area sungai yang lebih landai dan aman.

"Pakai cara manual, pakai tali dan kayu setelah itu kita bawa ke tengah untuk area yang lebih mudah dievakuasi," tandasnya.

Setelah hampir satu jam berjibaku dengan arus Sungai Brantas, jenazah pria tanpa identitas itu akhirnya berhasil dievakuasi ke tepi sungai. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak berwenang dan dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.