Kamis, 19 March 2026 07:00 UTC

Ilustrasi pemulangan pekerja migran Indonesia. Foto: Ilustrasi pemulangan pekerja migran Indonesia. Dok: Jatimnet.com
JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) memperkuat upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) imbas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dengan berkolaborasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jatim, petugas Disnakertrans turut bersiaga di Posko Pelayanan Kepulangan PMI di Terminal 2 Bandara Juanda.
Kepala UPT Pelayanan dan Perlindkungan Tenaga Kerja (P2TK) Jatim, Astrid menyatakan bahwa layanan di posko tersebut berlangsung selama 24 jam.
Layanan yang dijalankan adalah pendataan hingga penaganan PMI yang sakit ata mengalami kendala.
Selain itu, posko juga menyediakan fasilitas pendukung seperti takjil gratis, layanan komunikasi darurat, hingga shelter transit bagi PMI yang tiba pada malam hari.
“Setiap PMI harus merasa aman sejak tiba hingga kembali ke daerah asal,” ujarnya.
Belajar dari arus mudik tahun sebelumnya, posko ini telah melayani ribuan PMI, terutama dari Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.
Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya mobilitas jelang Lebaran, penguatan layanan ini menjadi langkah penting untuk memastikan perlindungan maksimal bagi para pekerja migran Indonesia.
