JATIMNET.COM, Surabaya – Produsen mainan anak-anak, Fisher-Price, telah menarik hampir 5 juta produk ayunan bayi buatan mereka, setelah munculnya laporan yang mengaitkan produk dengan puluhan kematian bayi.

Pengumuman penarikan itu dilakukan oleh Komisi Keamanan Produk untuk Konsumen Amerika Serikat (CPSC), Jumat 12 April 2019.

Pada laman mereka, komisi menyatakan setidaknya ada 30 bayi meninggal di dalam ayunan dengan model tersebut, sejak dirilis tahun 2009, dikutip dari Bbc, Sabtu 13 April 2019.

Dalam sebuah pernyataan, pemilik Fisher-Price, Mattel, mengkonfirmasi adanya penarikan secara sukarela, namun tetap menegaskan jika mereka tetap mengutamakan keamanan produk.

BACA JUGA: Ribuan Mitsubishi Delica dan Outlander Sport Ditarik

Mereka mengatakan, jika bayi terjatuh dalam posisi yang tidak dikontrol, atau akibat hal lain.

“Sementara kami melanjutkan upaya untuk memberikan keselamatan pada seluruh produk kami, meskipun ada laporan kecelakaan dimana produk digunakan dengan tidak mematuhi peringatan keselamatan dan instruksi, kami memutuskan bermitra dengan Komisi Keamanan Produk dan Konsumen (CPSC), jika penarikan secara sukarela ini adalah tindakan yang terbaik,” kata perusahaan itu.

CPSC memperkirakan  penarikan berdampak pada sekitar 4,7 juta produk.

Perusahaan juga mendorong konsumen untuk berhenti menggunakan produk, dan segera menghubungi Fisher-Price untuk mendapatkan refund.

BACA JUGA: Microsoft Bakal Hentikan Layanan eBook

Awal pekan ini, Akademi Pediatrik Amerika (AAP) mendesak penarikan produk, dengan menyebut produk “mematikan”.

AAP mengutip laporan dari laman majalah AS, Consumer Reports, yang mengaitkan produk dengan kematian sekitar 32 bayi di tempat berbeda.