Penukaran Uang Lebaran Dibuka Hari ini di Makodam

Baehaqi Almutoif

Selasa, 21 Mei 2019 - 11:19

JATIMNET.COM, Surabaya – Loket penukaran uang baru di Lapangan Makodam V/Brawijaya mulai dibuka hari ini, Selasa 21 Mei 2019. Setiap orang diperkenankan menukar maksimal Rp 3,7 juta.

Kuota maksimal Rp 3,7 juta itu bisa didapatkan dengan rincian seratus lembar untuk pecahan Rp 20.000, seratus lembar Rp 10.000, seratus lembar Rp 5.000, dan seratus lembar Rp 2.000. Bank Indonesia telah bekerja sama dengan 13 bank yang membuka konter di Lapangan Makodam V/Brawijaya.

“Tentu kami batasi jumlahnya,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah usai membuka penukaran uang baru di Lapangan Makodam V/Brawijaya.

BACA JUGA: Antisipasi Peredaran Upal, Polrestabes Surabaya Razia Jasa Penukaran Uang

Pembatasan ini, selain jumlah penukaran uang per orang, juga pelayanan yang diberikan tiap perbankan. Satu loket bank hanya melayani 100 orang per hari. Dengan jumlah 13 bank, berarti pelayanan sehari di lapangan Makodam V/Brawijaya sebanyak 1.300 orang, pada 21-23 Mei dan 27-29 Mei dengan jadwal pukul 09.00-11.30.

“Kami sediakan banyak titik dan gratis. Selain di Lapangan Kodam V/Brawijaya, ada 478 loket di 68 bank di Jatim. Kemudian enam ruas jalan tol, lima belas rest area, dan empat gerbang tol,” terang Difi.

Informasi yang didapat, penukaran uang di jalan tol dilayani mulai tanggal 28, 29, dan 31 Mei 2019. Total pelayanan penukaran uang di jalan tol ini melayani 600 orang per hari. “Sistem yang digunakan juga sama, di jalan tol juga antre,” kata Difi.

BACA JUGA: Warga Kediri Mulai Antre Tukar Uang Lebaran

Selain jalan tol, BI juga menyediakan penukaran uang baru di Disperindag Jawa Timur 24 Mei; Terminal Purabaya pada 25-31 Mei; depan Kantor BI Jalan Pahlawan pada 25, 26, dan 31 Mei; Stadion GOR Sidoarjo 25, 26, dan 31 Mei; serta di Pasar Genteng 1 Juni. Semua penukaran akan dilayani pukul 09.00-11.00 WIB.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Yudi Harymukti mengatakan, penukaran uang tahun ini diproyeksikan meningkat 14 persen. Pada tahun lalu penukaran uang mencapai Rp 29,1 trilliun dan tahun ini naik menjadi Rp 33,4 trilliun. "Ini semua dari permintaan perbankan sendiri," kata Yudi.

Baca Juga

loading...