Antisipasi Peredaran Upal, Polrestabes Surabaya Razia Jasa Penukaran Uang

M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 14 Mei 2019 - 16:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menggelar razia antisipasi peredaran uang palsu ke sejumlah jasa penukaran uang baru. Razia digelar di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Veteran, Jalan Bubutan dan Jalan Pahlawan.

Sejumlah petugas Shabara lengkap dengan anjing pelacak diturunkan ke lokasi untuk memastikan semua uang yang ada di jasa penukaran uang adalah asli.

"Ini untuk mengantisipasi agar tidak ada peredaran uang palsu dalam penukaran uang tersebut," ujar Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, Kompol Muhammad Fatoni, Selasa 14 Mei 2019.

BACA JUGA: Lebaran 2019, Kebutuhan Uang Tunai Seluruh Indonesia Rp217 Triliun

Selain peredaran uang palsu, razia digelar untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan lainnya seperti perampasan karena uang yang dibawa penyedia jasa penukaran uang berpotensi memicu tindak kejahatan.

Sampai saat ini, kata Fatoni, belum ditemukan adanya uang palsu di sejumlah titik jasa penukaran yang berada di sejumlah jalan yang didatangi.

Petugas juga mengingatkan kepada para jasa penukar uang di pinggir jalan untuk lebih berhati-hati saat menawarkan. Ia meminta jasa penukaran uang agar memajang contoh uang baru. "Dipajang satu lembar saja. Lainnya disimpan agar tidak jadi sasaran kejahatan," ungkapnya.

BACA JUGA: Warga Kediri Mulai Antre Tukar Uang Lebaran

Fatoni menjelaskan, penyedia jasa penukaran uang cukup rawan menjadi korban kriminalitas seperti penipuan dan perampokan. Jarak yang bersebelahan dengan jalan raya membuat potensi kejahatan cukup terbuka. Bukan tidak mungkin pengendara yang sedang melintas langsung merampas uang yang dipajang.

Selain itu, Fatoni juga mengimbau warga yang hendak menukarkan uang lebih waspada saat melakukan penukaran uang. Minimal memeriksa keaslian dan menghitung ulang uang yang ditukarkan. "Diperiksa dengan teliti. Jangan sampai rugi karena yang didapat bisa jadi uang palsu," tegas Fatoni.

BACA JUGA: Hadapi Ramadan dan Lebaran, BI Jember Sediakan Rp5,01 Triliun

Salah satu penyedia jasa penukaran uang di Jalan Pahlawan, Andik (43) mengaku sudah belasan tahun melakoni bisnis tahunan itu. Ia tidak menampik risiko yang dihadapi sebagai penyedia jasa penukaran uang baru. "Saya membawa lampu ultraviolet sendiri untuk mengantisipasi uang palsu itu," ucapnya.

Andik sudah mengantisipasi jika tindak kejahatan uang palsu kerap menyasar seminggu menjelang hari raya karena permintaan penukaran naik. "Sekarang masih bisa diatasi dengan cara manual. Diseleksi dengan teliti dan tidak ceroboh kalau ada yang tukar," katanya.

Baca Juga

loading...