Logo

Pentingnya Pendidikan Ekologis dalam Membentuk Karakter Peserta Didik

Reporter:,Editor:

Kamis, 27 August 2026 03:00 UTC

Pentingnya Pendidikan Ekologis dalam Membentuk Karakter Peserta Didik

Para santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang saat belajar memilah dan mengolah sampah. Foto: Media Center Ikabu.

JATIMNET.COM, Jombang – Pendidikan ekologis dinilai penting diterapkan di lembaga pendidikan untuk membentuk kesadaran dan kebiasaan peserta didik dalam menjaga lingkungan.

Pendidikan tentang lingkungan tidak cukup hanya diberikan melalui teori. Kesadaran ekologis perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari sehingga peserta didik mampu memahami sekaligus mempraktikkan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Karena alasan itu, Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang mengembangkan program ECO Pesantren.

Program ini mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan nilai-nilai keislaman, perubahan perilaku, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Dewan Pakar ECO Pesantren, Prof Evi Fatimatur Rusydiyah, mengatakan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis karena menjadi ruang pembentukan pengetahuan sekaligus karakter peserta didik.

“Melalui kurikulum dan modul ECO Pesantren, santri akan mendapatkan pengalaman belajar yang mendorong mereka memahami hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan,” ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Evi, pendidikan lingkungan perlu diarahkan agar pengetahuan yang diperoleh peserta didik dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

“Perubahan yang diharapkan bukan sekadar tahu tentang lingkungan, tetapi mau, mampu, dan terbiasa melakukan tindakan yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Di lingkungan pesantren, pendekatan tersebut dikembangkan melalui konsep Khalifah Green Behavior. Santri tidak hanya diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Ketua Pengurus Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.

“Santri diharapkan mampu memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjalankan amanah sebagai khalifah fil ardh,” katanya.

Pemahaman tersebut kemudian diterapkan melalui berbagai kebiasaan, seperti mengurangi dan memilah sampah, mengelola sampah, menghemat air dan energi, menjaga kebersihan, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.

Pendidikan ekologis juga tidak hanya diarahkan pada aspek lingkungan. ECO Pesantren memberi ruang kepada santri untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan sampah.

Santri didorong mengenali, memilah, dan mengolah material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas, KH M Hasib Wahab Chasbullah, mengatakan penerapan ECO Pesantren merupakan bagian dari amanah untuk mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam menjaga lingkungan.

“Eco Pesantren ini sebagai amanah yang tidak bisa ditolak karena dalam rangka mengimplementasikan hadits,” ujarnya.

Melalui pendidikan ekologis, lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memahami persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki kebiasaan dan kemampuan untuk ikut menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitarnya.