Logo

Pengiriman Gerbong INKA ke Selandia Baru Capai 73,5 Persen

Reporter:

Kamis, 20 August 2026 15:00 UTC

Pengiriman Gerbong INKA ke Selandia Baru Capai 73,5 Persen

Pengiriman Container Flat Top Wagon 40 foot hasil produksi PT INKA (Persero) ke Selandia Baru melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: PT INKA.

JATIMNET.COM, Surabaya – Pengiriman gerbong produksi PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero) ke Selandia Baru kini mencapai 250 unit. Jumlah tersebut setara 73,5 persen dari total 340 unit yang dipesan UGL, perusahaan asal Australia.

Pengiriman terbaru sebanyak 120 unit Container Flat Top Wagon 40 foot dilakukan melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pesanan tersebut merupakan bagian dari kerja sama INKA dan UGL yang telah berjalan sejak 2021. Dari total 340 unit dalam kontrak terbaru, sebanyak 250 unit kini telah dikirim ke Selandia Baru.

Pesanan itu terdiri dari 290 unit Container Flat Top Wagon 40 foot dan 50 unit Container Flat Top Wagon 50 foot.

Sebelum pengiriman terbaru, INKA telah mengirim 130 unit pada Maret 2026. Sementara 90 unit sisanya ditargetkan dikirim pada November 2026, terdiri dari 40 unit berukuran 40 foot dan 50 unit berukuran 50 foot.

Senior Manager Corporate Communications and Representative Office PT INKA  Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan, INKA tetap memastikan setiap gerbong yang dikirim memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati.

"Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama: memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan," kata Nanang.

Kerja sama INKA dan UGL untuk produk Container Flat Top Wagon telah memasuki kontrak keempat. Sejak kerja sama dimulai pada 2021, INKA secara keseluruhan telah mengirim 1.294 dari 1.504 unit gerbong yang dipesan UGL.

Selain gerbong, INKA juga mendapat pesanan terpisah 50 unit locomotive platform untuk pasar Australia. Pengiriman produk tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 2027.

Nanang mengatakan, INKA masih akan melanjutkan penyelesaian pesanan yang berjalan hingga pengiriman terakhir pada November 2026.

"Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru," ujarnya.