Senin, 05 October 2026 01:00 UTC

Interior terminal Bandara Internasional Dhoho Kediri. Foto: Queenta.
JATIMNET.COM, Kediri – Pengelolaan Bandara Internasional Dhoho Kediri kini sepenuhnya berada di tangan PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Peralihan ini menandai berakhirnya kerja sama operasi (KSO) dengan PT Angkasa Pura Indonesia.
SDHI resmi mengelola bandara tersebut secara mandiri setelah memperoleh status sebagai Badan Usaha Bandar Udara (BUBU).
Pengesahan itu dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 serta Sertifikat Standar BUBU Nomor 81201089920010005 atas nama SDHI.
Dengan status tersebut, SDHI memiliki kewenangan untuk mengelola, mengoperasikan, sekaligus mengembangkan Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Direktur Operasi, Safety, dan Pengembangan SDHI, Okky Riana Hartadi, mengatakan status baru tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan dalam mengembangkan bandara.
“Dengan status sebagai BUBU, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, serta merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif,” ujarnya.
Sebelumnya, pengelolaan Bandara Dhoho dilakukan SDHI bersama PT Angkasa Pura Indonesia melalui skema KSO. Setelah masa kerja sama berakhir dan sertifikat BUBU diterbitkan Kementerian Perhubungan, pengelolaan operasional bandara beralih sepenuhnya kepada SDHI.
Perubahan status pengelolaan ini menjadi pijakan bagi SDHI untuk mengembangkan Bandara Dhoho sebagai bagian dari penguatan konektivitas kawasan Selingkar Wilis. Bandara tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, bisnis, dan pariwisata di Jawa Timur.
Okky mengatakan, pengembangan Bandara Dhoho ke depan tidak hanya diarahkan sebagai infrastruktur transportasi.
“Kami berharap Bandara Dhoho menjadi bagian penting dari ekosistem aviasi serta gateway yang membuka akses dan menghubungkan berbagai potensi wilayah. Kami akan terus memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan potensi bisnis dan pariwisata di kawasan Selingkar Wilis dan Jawa Timur,” katanya.
SDHI juga memastikan operasional Bandara Dhoho tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan dengan mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Dengan beralihnya pengelolaan secara penuh kepada SDHI, Bandara Internasional Dhoho Kediri memasuki fase baru. Status sebagai BUBU memberikan kewenangan yang lebih luas bagi pengelola untuk menentukan arah pengembangan dan merespons kebutuhan konektivitas kawasan.
