JATIMNET.COM, Banyuwangi – PT Industri Kereta Api (Inka) berencana menerapkan teknologi tinggi dalam pembangunan industri perkeretaapian. Teknologi tinggi itu meliputi software, robotic, hingga penyediaan SDM yang andal.

Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro menyatakan saat ini pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan dua investor Stadler Rail Group dari Swiss dan Progress Rail dari Amerika.

“Bentuk kerja samanya joint venture, satu pabrik dikelola bareng-bareng. Inka yang membuat gedungnya, sedangkan investor mengisi mesin-mesinnya dengan teknologi tinggi,” kata Budi di Banyuwangi, Kamis malam 7 Maret 2019.

BACA JUGA: Gandeng Stadler Rail Group, PT INKA Siap Mendunia

Dalam kerja sama ini nantinya PT Inka akan menyediakan perangkat keras atau peralatan kerja. Sedangkan investor akan mengerjakan yang meliputi perangkat kecil, robotik dan software.

“Untuk software ini nantinya dikerjakan Stadler Rail Group, sedangkan pembuatan kereta penumpang, sedangkan Progress Rail akan mengerjakan teknologi lokomotif atau kereta penggeraknya,” kata Budi.

BACA JUGA: PT. INKA Kirim 15 Kereta ke Bangladesh

Dalam pembangunan SDM nantinya Inka membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja yang diharapkan dari Kota Gandrung. Namun sebelum itu ada beberapa tenaga kerja khusus yang akan menerima pendidikan di Swiss selama tiga bulan, sebelum kerja di Inka.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan akan segera membuka jurusan las di sekolah vokasi di wilayah Banyuwangi selatan. Dia berharap bisa melahirkan calon pekerja yang berkualitas.

“Saat pabriknya jadi, kita sudah punya lulusan yang bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja,” kata Anas.