Peneliti: Makan Telur Setiap Hari Tidak Tingkatkan Risiko Stroke

David Priyasidharta

Sabtu, 25 Mei 2019 - 09:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Stroke menjadi penyebab utama kematian ketiga di Amerika Serikat saat ini, dengan lebih dari 140.000 orang meninggal setiap tahun karenanya.

Hasil kajian 'The Internet Stroke Center' seperti dilansir Medicaldaily.com, Jumat 24 Mei 2019 menyebutkan serangan stroke juga menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang yang serius di antara orang Amerika.

Beberapa penelitian sebelumnya menyalahkan makanan umum sebagai pemicu tingginya angka tersebut. Para ilmuwan percaya bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

Namun, sebuah penelitian terbaru membantah klaim itu. American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan temuan baru yang memotong hubungan antara telur dan risiko kolesterol dan stroke.

BACA JUGA: Teh Daun Kedondong Temuan Mahasiswa Malang Berkhasiat Cegah Kolesterol

Para peneliti menganalisis data dari hampir 2.000 pria di Finlandia, yang berusia 42 hingga 60 tahun. Tim mengikuti peserta dan mengamati kesehatan mereka selama 21 tahun. Di antara peserta, 217 pria mengalami stroke.

Studi menunjukkan makan kurang dari dua telur dalam seminggu tidak menyebabkan peningkatan risiko stroke dibandingkan dengan konsumsi lebih dari enam telur. Para pria yang mengonsumsi 333 miligram kolesterol sehari tetap dalam kategori sehat. Satu telur besar mengandung 186 miligram kolesterol.

“Saya tidak akan mengatakan‘ makan banyak telur,” ujar Jyrki Virtanen, penulis utama studi ini yang juga seorang profesor epidemiologi tambahan di Universitas Finlandia Timur.

Ia mengatakan,"Tetapi untuk orang sehat tanpa masalah jantung atau diabetes, hingga satu telur sehari tidak menjadi masalah."

BACA JUGA: Nenek dengan Organ Terbalik Ini Berusia 99 Tahun

Bahkan peserta yang memiliki genotipe ApoE4, yang menyerap kolesterol lebih cepat, tidak menunjukkan hubungan antara risiko stroke dan konsumsi telur.

Telur menyediakan vitamin D, protein, kolin, dan omega-3. Telur dari ayam yang digembalakan adalah salah satu pilihan terbaik untuk menjaga makanan tetap sehat.

Telur-telur ini berasal dari ayam yang dipelihara di ruang terbuka dan bukan di kandang unggas yang terlalu penuh. Telur yang digembalakan memiliki lebih banyak nutrisi dan kadar vitamin A dan E yang lebih tinggi serta omega-3, menurut Bulletproof.

Namun, telur dapat kehilangan manfaat kesehatannya jika salah memasaknya. Untuk mempertahankan sifat sehatnya, pastikan kuning telur tetap lunak, yang akan mencegah lemak sehat dari oksidasi atau rusak. Merebus telur dalam air atau mencampur juga bisa membantu.

Baca Juga

loading...