Logo

Pencarian Belum Usai, 234 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi

Reporter:

Senin, 03 August 2026 02:00 UTC

Pencarian Belum Usai, 234 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi

Beberapa penumpang yang selamat dari insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa dievakuasi ke daratan. Foto: instagram.com/kantorsar_surabaya

JATIMNET.COM, SURABAYA – Tim SAR gabungan terus mengevakuasi korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 hingga Senin, 3 Agustus 2026.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Sementara, operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

Gelombang pertama evakuasi berlangsung pada Minggu malam, 2 Agustus 2026. Kapal Meratus Pematang Siantar sandar di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 23.50 WIB dengan membawa 113 orang penumpang dan kru (Person on Board/POB).

Dari jumlah tersebut, 111 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan dua lainnya ditemukan meninggal dunia.

Seluruh korban selamat langsung diarahkan menuju Terminal Gapura Surya Nusantara untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus pendataan identitas.

Sementara, dua jenazah diperiksa Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur sebelum diberangkatkan ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya guna proses identifikasi.

Search Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit P.H. mengatakan prioritas utama tim SAR gabungan adalah memastikan korban selamat segera mendapatkan penanganan medis.

"Prioritas kami adalah memastikan seluruh korban selamat lebih dulu dievakuasi agar segera mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pendataan identitas. Setelah itu baru dilakukan penanganan terhadap korban meninggal sesuai prosedur," ujar Nanang.

Sekitar 35 menit kemudian atau pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 00.25 WIB, KN SAR 249 Permadi sandar di Pelabuhan Kalianget dengan membawa sembilan korban yang sebelumnya dievakuasi menggunakan kapal SC Aila XVII.

Empat korban dirujuk ke RS Garam Sumenep untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan lima lainnya diberangkatkan menuju Surabaya melalui jalur darat.

Proses evakuasi kembali berlanjut sejak Senin dini hari. Pada pukul 05.00 WIB, kapal Selaras Mas tiba di Pelabuhan Tanjung Perak membawa 13 korban selamat yang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan.

Tak lama kemudian, lima korban yang sebelumnya tiba di Pelabuhan Kalianget juga diberangkatkan ke Surabaya. Bersama rombongan tersebut, seorang korban selamat yang lebih dahulu ditemukan nelayan turut dievakuasi ke Tanjung Perak.

Gelombang evakuasi berikutnya datang pada pukul 06.43 WIB saat KM Mutiara Ferindo 1 sandar di Pelabuhan Tanjung Perak membawa delapan korban selamat dan seorang korban meninggal dunia.

Seluruh penyintas kembali menjalani pemeriksaan kesehatan, sedangkan jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso untuk proses identifikasi.

Sekitar pukul 08.40 WIB, KRI Nala-363 merapat di Dermaga Koarmada II Surabaya dengan membawa 30 korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Para penyintas kembali menjalani pemeriksaan medis sebelum dipulangkan atau dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi masing-masing.

Di tengah proses evakuasi ke darat, operasi pencarian di laut tetap dilanjutkan. KN SAR 249 Permadi kembali bertolak dari Pelabuhan Kalianget pada pukul 08.15 WIB menuju lokasi kejadian untuk memperluas pencarian.

"Operasi pencarian masih kami lanjutkan. Seluruh potensi SAR yang terlibat terus menyisir area pencarian sesuai rencana operasi agar seluruh korban dapat ditemukan," kata Nanang.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya KP Manyar 5003, KRI Bung Hatta-370, KNP Grantin P.211, serta helikopter Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Tim gabungan menyisir area perairan utara Sumenep untuk memastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.

Hingga Senin pagi, tim SAR gabungan mencatat sebanyak 234 orang yang berada di atas KMP Mutiara Sentosa II telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 229 orang ditemukan selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Kelas A Surabaya, Koarmada II TNI AL, KSOP Tanjung Perak dan Kalianget, Polda Jawa Timur, Polres Sumenep, Ditpolairud Polda Jatim, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep.

Selain itu, BPBD Kota Surabaya, Pelindo, BMKG, Dinas Perhubungan, Satpol PP Sumenep, Rumah Zakat, serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk Meratus Pematang Siantar, Meratus Project 3, Prakarsa Mas, Transco Arafura, SC Aila XVII, Alcon Daniel, Selaras Mas, dan kapal-kapal lain yang turut membantu proses penyelamatan.