JATIMNET.COM, Medan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara mencatat tidak ada penarikan atau peredaran uang tunai dalam jumlah besar menjelang Pemilihan Umum 2019 di daerah itu.

“Kondisi itu mengacu pada data selisih setoran dan penarikan uang yang tidak besar di Sumut atau berkisar di angka Rp 22,28 miliar pada periode 1 April hingga 15 April 2019," ujar Direktur BI Kantor Perwakian Sumut, Andiwiana Septonarwanto, Selasa 16 April 2019.

Pecahan paling banyak ditarik perbankan adalah Rp 100.000 dan Rp 50.000 sehingga diduga ditarik untuk pengisian uang di anjungan tunai mandiri (ATM).

BACA JUGA: Rupiah Berpotensi Menguat Sehari Jelang Pemilu

Menurutnya, selisih setoran dan penarikan yang sebesar Rp 22,28 miliar itu dari perhitungan jumlah penarikan uang sebanyak Rp 2,42 triliun, sementara setoran Rp 2,39 triliun.

Jumlah selisih setoran dan penarikan menjelang Pemilu pada April 2019 yang sebesar Rp 22,28 miliar itu lebih kecil dibandingkan dengan periode Pemilu 2014 dengan besaran Rp 751,29 miliar.

Selisih setoran dan penarikan atau netflow jelang Pemilu 2014 itu dihitung dari jumlah penarikan 23 Juni sampai 8 Juli 2014 yang sebesar Rp 1,488 triliun dan setoran Rp 736,740 miliar.,

BACA JUGA: Organda Jatim Sambut Baik Pembayaran Digital Bus Patas Surabaya-Malang

Menurut Andiwiana, netflow di Pemilu 2019 yang relatif lebih kecil karena pada periode tersebut berada di momentum saat tingkat belanja masyarakat tidak tinggi dampak awal triwulan II

Berbeda dengan Pemilu 2014 yang berlangsung di triwulan III yang dimana di periode itu banyak pengeluaran seperti untuk belanja pemerintah yang mulai meningkat.

“Meski netflow di awal triwulan II 2019 masih rendah, tetapi perbankan diminta bersiap-siap memenuhi kebutuhan uang yang meningkat pasca Pemilu. Pasca Pemilu ada momentum Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya. (ant)