Pemkot Surabaya Diminta Menata Kawasan Wisata Ampel

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 22 April 2019 - 15:10

JATIMNET.COM, Surabaya - Pengurus kawasan Wisata Religi Sunan Ampel berharap Pemerintah Kota Surabaya menata kawasan tersebut agar lebih tertata dan nyaman bagi peziarah.

"Kawasan Ampel ini potensi ekonominya luar biasa, hampir setiap hari ada 15 ribu wisatawan," kata Bendahara Masjid Ampel Achmad Wahyudin saat diwawancarai di Ampel Surabaya, Senin 22 April 2019.

Wahyudin menilai, selama ini kawasan Ampel Surabaya menjadi obyek wisata religi favorit dan dikunjungi para peziarah dari seluruh pelosok Nusantara.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Akan Bangun Museum Religi di Kawasan Ampel

Namun, kata dia, kepedulian Pemkot Surabaya terhadap kawasan ini dirasa masih minim dan kalaupun melakukan perbaikan hanya secara parsial, sehingga tidak ada perubahan secara signifikan.

"Cuma sekadar gapura dibenerin, lampu, dikasih paving, kerusakan-kerusakan ringan saja. Ya kalau menurut saya hanya menghabiskan anggaran saja, sudah mengeluarkan APBD untuk Ampel. Ini tidak membenahi masalah," katanya.

Menurutnya, selama ini belum ada upaya pemkot untuk mengembangkan kawasan Amepl secara serius. Padahal, keberadaaan pedagang yang tidak tertata dan kurang tertib mengganggu peziarah yang datang.

BACA JUGA: Politik Sarkub

Beberapa wilayah juga terlihat kumuh dan parkir yang tidak teratur di pinggir jalan masih banyak. “Terlihat sepele tapi bisa berdampak pada estetika kawasan dan minat pengunjung,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya sudah dua kali mengadakan pertemuan dengan pemkot dan anggota dewan. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi kelanjutan perawatan kawasan wisata religi Sunan Ampel ini.

"Jadi kalau misalnya ini seperti di Jalan Tunjungan, pasti lebih menarik ini. Jadi saya rasa Bu Wali Risma harus segera memperhatikan kawasan religi ini. Mungkin jika bu Risma yang menyuruh bisa langsung dikerjakan," kata dia.

Wahyudin mengaku pihak pemkot melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tengah mempersiapkan pembuatan Detail Enginering Desain (DED), tapi belum ada tindak lanjutnya. Ia berharap agar Bappeko segera menyelesaikan perencanaan tersebut.

Baca Juga

loading...