Sabtu, 20 October 2018 03:47 UTC

Malang. Ilustrasi.
JATIMNET.COM, Malang – Setelah sukses meraih gelar sebagai sebagai kota layak anak, Pemerintah Kota Malang bakal mencanangkan sekaligus mempersiapkan diri sebagai kota yang layak bagi lanjut usia (lansia).
BACA JUGA : DPRD Kota Malang Setujui Raperda BPHTB
“Saat ini kami sudah mencetuskan agar Kota Malang menjadi kota layak lansia dan kami yakin ini bisa terwujud, apalagi potensi Kota Malang menjadi kota layak lansia sangat besar,” kata Wali Kota Malang Sutiaji dalam Apel dan Senam Bersama Karang Werdha memperingati Hari Lansia 2018 di luar Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur seperti dikutip Antara, Sabtu, 20 Oktober 2018.
BACA JUGA : PDB di Sektor Kreatif Kota Malang Berpotensi Meningkat
Menurutnya, beberapa fondasi agar Malang mampu menjadi kota layak lansia perlahan sudah ditempuh Pemkot Malang, di antaranya penambahan fasilitas, layanan publik, serta layanan kesehatan prima bagi para lansia terus digeber, bahkan ada Posyandu lansia yang diselenggarakan seiap satu bulan sekali di setiap rukun warga (RW).
Layanan posyandu lansia tersebut, di antaranya melayani penimbangan badan, tensi darah, konsultasi kesehatan dengan mendatangkan petugas dari puskesmas terdekat, serta ada pemeriksaan (tes) gula darah, asam urat dan kolesterol.
BACA JUGA : KPK Ingatkan 40 Anggota DPRD Kota Malang Tidak Korupsi
Hanya saja, untuk tes gula darah, kolesterol dan asam urat tersebut tergantung permintaan, kecuali pada momen tertentu yang mewajibkan lansia memeriksakan diri untuk tiga jenis tes kesehatan itu.
Lebih lanjut, Sutiaji mengatakan lansia bukan “momok” karena mereka adalah orang tua yang wajib dihormati, baik dalam kehidupan sosial maupun layanan publik. Nantinya, lansia harus mendapatkan tempat tertinggi dan terdepan dalam layanan publik, termasuk pemenuhan dan penambahan fasilitasnya.
BACA JUGA : Mendagri Apresiasi Percepatan PAW DPRD Kota Malang
Lembaga kesehatan dunia, ucap Sutiaji, saat ini sudah menetapkan kategori lansia, yakni mereka yang sudah berusia 70 tahun. Hal ini senada dengan pertumbuhan angka harapan hidup di Kota Malang yang sudah mencapai usia 73 tahun.
Artinya, lanjut Sutiaji, di Kota Malang, jika ada anak lahir mendapat layanan kesehatan yang baik, fasilitas yang baik dan sebagainya, secara logika mereka bisa hidup sampai usia 73 tahun.
Pada kesempatan itu Sutiaji berpesan kepada para lansia agar terus aktif berkarya serta mampu menjadi tauladan bagi anak muda dalam rangka estafet pembangunan nasional dan Kota Malang pada khususnya.
“Layanan dan fasilitas bagi lansia terus dibenahi dan ditingkatkan, sehingga kota layak lansia bisa kita raih, mengingat potensi dan sarana pendukng sudah kita siapkan,” ujarnya.
