Selasa, 24 October 2023 03:33 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Madura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tahun ini kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6.372.582.730 untuk kegiatan proyek pemeliharaan berkala dan peningkatan struktur Ruas jalan poros kabupaten.
Dana miliaran tersebut dipecah menjadi dua paket. Paket satu yakni pekerjaan pemeliharaan berkala dan peningkatan struktur ruas Madupat-Camplong dengan pagu Rp 1.771.751.330. Lelang proyek ini dimenangkan CV Sembilan saudara dengan harga terkoreksi Rp 1.746.181.425.
Paket kedua yaitu pekerjaan pemeliharaan berkala atau peningkatan struktur ruas Samaran-Banjar, Tambelangan dengan pagu Rp 4.600.831.400. CV Putra daerah mandiri reborn menjadi pemenang lelang proyek ini dengan harga terkoreksi Rp 4.534.757.735.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Mohammad Zis melalui Kabid Bina Marga Zahron Wiami mengatakan, tahun ini institusinya mendapat tambahan anggaran dari PAK untuk kegiatan program pemeliharaan jalan poros kabupaten.
Program perbaikan jalan tersebut sudah melalui persetujuan bersama antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan DPRD Sampang.
"Dua proyek perbaikan jalan tersebut sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya," katanya, Selasa (24/10/2023).
Zahron memaparkan, perbaikan jalan Madupat-Camplong direncanakan sepanjang kurang lebih 600 meter. Sedangkan ruas Samaran-Banjar sepanjang 1.700 meter. Sejumlah item pekerjaan dalam proyek tersebut meliputi betonisasi jalan, pembangunan saluran u-ditch dan plengsengan.
Perbaikan Ruas Madupat-Camplong ini untuk menuntaskan sisa pekerjaan tahun lalu. Sementara, Ruas Samaran-Banjar sudah direncanakan mulai 2021 namun baru bisa direalisasikan tahun ini. Surat Penunjukan Penyedia Barang atau Jasa (SPPBJ) keluar pada 17 Oktober 2023.
"Target kami awal November ini proyek mulai digarap," ujar Zahron.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sampang Mohammad Subhan meminta proyek perbaikan jalan tersebut segera dimulai. Sebab saat ini waktu pengerjaan hanya tersisa dua bulan.
"Pekerjaan jangan sampai molor dan yang paling penting kualitas harus diutamakan. Rabat beton retak memang sudah biasa tapi rasa malu yang ditanggung kontraktor ke masyarakat juga luar biasa," kata politisi PPP itu.
