Padi jenis Hibrida F1 ditargetkan menghasilkan 20 ton gabah per hektare.

Pemkab Malang Uji Coba Tanam Padi Varietas Unggulan 

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 4 April 2019 - 09:25

JATIMNET.COM, Malang – Pemerintah Kabupaten Malang melakukan uji coba penanaman varietas unggulan, padi hibrida F1 di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Padi itu diharapkan mampu menghasilkan rerata 15 hingga 20 ton gabah per hektare.

"Sebagai uji coba, kami mengembangkan varietas unggul itu di lahan pertanian Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, seluas satu hektare dan untuk penangkaran juga seluas satu hektare,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar, Rabu 3 April 2019.

Menurutnya, selama ini varietas Hibrida F1 belum bisa dibudidayakan di Indonesia. Pemerintah pun melibatkan sektor swasta dalam uji coba ini.

Jika uji coba tersebut sukses, bibit padi hasil budi daya akan diujicobakan di lahan pertanian seluas 30 hektare, dan seluruhnya berlokasi di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.

BACA JUGA: KEK Singosari Diharapkan Dongkrak Perekonomian Malang Raya

Budiar menerangkan, dari segi produktivitas, benih ini akan menyebabkan peningkatkan cukup signifikan. Sebab, rata-rata varietas lokal mampu menghasilkan gabah antara 8–10 ton saja.

Selain menggandeng perusahaan penghasil benih nasional, Pemkab Malang juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kelompok Tani dengan harapan potensi di sektor pertanian yang ada di Desa Banjararum, bisa meraih sukses seperti Desa Pujon Kidul.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Sanusi mengemukakan jika uji coba tanaman padi hibrida tersebut berhasil dan mampu menghasilkan panen rata-rata sampai 15 atau 20 ton per hektare, ia akan melakukan panen raya bersama Presiden.

"Selanjutnya lahan pertanian padi hibrida ini dijadikan destinasi wisata pendidikan," ucapnya.

BACA JUGA: Petani Padi Kota Probolinggo Gelar “Tradisi Totta’an”

Pemkab Malang juga terus berupaya mempertahankan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) agar tidak beralih fungsi, baik untuk perumahan, perkantoran maupun industri.

Luas LP2B di Kabupaten Malang saat ini mencapai 45.888 hektare.

Selain itu, Pemkab Malang juga mencanangkan swasembada pangan pada 2020. Sebab, Malang selalu surplus beras lebih dari 75 ribu ton setiap tahunnya, dan dikirim ke sejumlah daerah yang membutuhkan.

Beberapa wilayah di Kabupaten Malang yang merupakan sentra penghasil padi, antara lain Kecamatan Sumberpucung, Kepanjen, Pagelaran, Turen, Singosari, dan Pakisaji. (ant)

Baca Juga

loading...