Kamis, 15 October 2026 16:00 UTC

Penampilan seni tradisional dalam Musyawarah Provinsi sekaligus peringatan HUT ke-20 IPI Jawa Timur di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kamis malam, 2 Oktober 2026. Foto: kedirikab.go.id.
JATIMNET.COM, Kediri - Peningkatan profesionalitas penilik menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan nonformal di Jawa Timur. Karena itu, kepengurusan Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Jawa Timur periode 2026–2031 diharapkan mampu menjalankan peran penjamin mutu secara optimal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, profesionalitas penilik perlu terus ditingkatkan agar pengawasan dan pendampingan terhadap penyelenggaraan pendidikan nonformal berjalan lebih baik.
“Mudah-mudahan para pengurus yang sekarang di bawah kepemimpinan Mas Dian bisa benar-benar meningkatkan kualitas profesionalitas penilik sehingga dapat memberikan layanan yang baik,” ungkapnya.
Muhsin menyampaikan harapan tersebut dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) sekaligus peringatan HUT ke-20 IPI Jawa Timur di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan kesiapan Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah kegiatan IPI tingkat nasional, termasuk kongres maupun musyawarah nasional (Munas).
“Nanti silakan IPI pusat kalau mau Kongres atau Munas bisa di Kabupaten Kediri,” katanya.
Sementara itu, Ketua IPI Jawa Timur terpilih periode 2026–2031, Dian Dwi Sasmita, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. Dian menggantikan Ainur Rasyid Ridha untuk memimpin organisasi tersebut.
“Terima kasih tak terhingga pada sesepuh kami Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, penilik yang hebat semoga bisa meneruskan perjuangan bapak,” pungkasnya.
Harapan terhadap kepengurusan baru itu menjadi bagian dari upaya memperkuat peran penilik dalam menjaga mutu pendidikan nonformal. Profesionalitas dan kualitas layanan menjadi aspek penting agar penyelenggaraan pendidikan di luar jalur formal tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. (ad)
