Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Seratusan Ribu Benih Lobster di Batam

David Priyasidharta

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:15

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah kembali menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster (BL) di perairan Pasir Toga (Selat Sulit antara Pulau Combol dan Pulau Sugi), Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebanyak 304.354 ekor BL berhasil diselamatkan oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada I)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam keterangan resminya, Jumat 22 Maret 2019 menyebutkan, penggagalan penyelundupan ini bermula dari informasi pada Rabu 20 Maret 2019 sekitar pukul 07.30 WIB yang menyebutkan ada sebuah speed boat (SB) mesin 4 x 200 pk melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

BACA JUGA: Tiga Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam Ditenggelamkan

Setelah memperoleh informasi tersebut, tim segera melaksanakan persiapan dan melakukan pengejaran di perairan Pulau Sugi. Pada saat pengejaran, Tim memberikan tembakan peringatan.

Kalah cepat dan merasa terkepung, SB tanpa nama tersebut menabrakkan diri ke area bakau hingga kandas. Akhirnya SB tanpa nama tersebut beserta barang bukti berupa 36 box styrofoam berisi 304.354 ekor benih lobster berhasil diamankan.

Dari hasil pemeriksaan, BL dimasukkan ke dalam 36 box Styrofoam dan dikemas dalam 1.483 kantong plastik. Pada 33 box styrofoam berisi 295.236 ekor BL jenis pasir, sementara 3 box lainnya berisi 9.118 ekor BL jenis mutiara. Total nilai BL yang berhasil diselamatkan setara dengan Rp 46.109.000.000.

Menteri Susi mengapresiasi sinergitas dan kerja sama yang baik petugas di lapangan sehingga untuk ke sekian kalinya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan. "Keberhasilan ini telah menyelamatkan potensi kerugian negara yang besar," kata Susi, Jumat 22 Maret 2019.

BACA JUGA: Enam Nelayan Indonesia Dipulangkan dari Malaysia

Ia mengatakan, sesuai aturan untuk menjaga stok di alam, BL tersebut selanjutnya dilepasliarkan ke habitatnya. Pelepasliaran dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di perairan Kepulauan Riau.

Menteri Susi menjelaskan, pelepasliaran BL dilakukan di dua lokasi yaitu perairan Pulau Senua, Desa Sepempang, Ranai, Kabupaten Natuna dan perairan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Baca Juga

loading...