Pelajar Sekolah Dasar di Surabaya Deklrasi Anti Bullying 

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 16 April 2019 - 09:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bulak Rukem 1 Kota Surabaya mengajarkan siswa-siswinya agar tidak ada AKSI perundungan atau bullying di lingkungan sekolah melalui deklarasi sekolah ramah anak bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Deklarasi ini atas rencana dispendik karena kami pernah mengikuti Lomba Budaya Mutu (LBM)," kata Kepala Sekolah SDN Bulak Rukem Kusdiningsih saat diwawancarai di sekolah, Senin 15 April 2019.

Deklarasi ini bertujuan agar tidak ada perundungan, kekerasan antar siswa maupun guru. Sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, asri agar anak-anak betah di sekolah.

BACA JUGA: Kuatkan Mental, Pelajar di Surabaya Basuh Kaki Orang Tua

Kusdiningsih mengungkapkan deklrasi ini bukan hanya untuk anak didik saja, tapi guru-guru dan ketenagakerjaan harus bisa menerapkan ramah anak. Nantinya sekolah akan mengimplementasikan ke dalam pergaulan sehari-hari.

Upaya kontrolnya dengan melakukan pembinaan atau bimibingan, lanjut Kusdiningsih. Semua pihak baik guru maupun staf diharuskan paham dan peka melihat lingkungan dan kondisi anak.

"Misalnya tiba-tiba ada kondisi yang tidak nyaman ke sekolah," kata dia.

Ia menjelaskan, jika sudah terdapat kondisi seperti itu, semua elemen baik guru maupun staf melakukan pendekatan dan menggali permasalahan pada anak.

BACA JUGA: Duit Elektronik untuk Penumpang Bus

“Kalau problem dengan orang tua kita ajak ngomong orang tuanya, kalau teman kita damaikan dengan teman. Semua berperan dan kerja sama dengan sekolah,” kata Kusdiningsih.

Ia berharap setelah mendeklarasikan sekolah ramah anak, bisa lebih baik, maju, dan meningkatkan potensi anak. “Selain cerdas tapi juga berkarakter. Kalau pintar tapi tidak berkarakter eman (sayang). Kita mendidik selain pintar juga berkarakter (jujur, disiplin, ramah, hormat, beriman dan bertaqwa),” harapnya.

Wakil Komite Sekolah Deni Dian Susanti yang berperan membantu kemajuan sekolah mengungkapkan, jika anak didiknya saling merangkul. Sudah memahami perbedaan bukanlah penghalang pertemanan, dan kebersamaan yang sangat erat.

BACA JUGA: Qori Indonesia Juara Pertama MTQ Internasional di Iran

“Tidak ada iri-irian. Saling mengingatkan. Mengajak untuk berbuat baik. Dan selama ini untuk kekerasan tidak ada di sekolah,” ungkapnya. 

Saat deklarasi dimulai, ratusan siswa tampak membawa poster-poster berisikan perilaku, karakter yang mencerminkan ramah anak dan bebas bullying. Deklarasi ini diikuti 508 murid, 25 guru dan karyawan, wali murid dan pengawas SD.

Baca Juga

loading...