JATIMNET.COM, Surabaya-Dalam rangka memberikan pemahaman sedari dini kepada anak-anak terkait penanganan bencana, Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Timur berkesempatan menjadi narasumber dalam Pelatihan Mitigasi Bencana di SD Selyca Islamic School (SIS) Samarinda, Jumat (29/3).

"Program Mitigasi Bencana ini adalah salah satu bentuk ikhtiar pengurus sekolah yang bekerja sama dengan ACT dan MRI Kaltim dalam mengenalkan penanganan bencana atau mitigasi bencana secara dini kepada siswa-siswi SD Selyca Islamic school," kata Iwan selaku Guru Penanggungjawab Program SD SIS.

Tak hanya pemahaman secara teori, kegiatan yang berisi peserta dari siswa kelas 1 sampai 5 itu juga memberikan pelatihan dengan praktik langsung. Beberapa siswa turut dalam melakukan contoh peragaannya, mulai dari simulasi gempa hingga kebakaran. Tak jarang dari anak yang ikut praktik tampak begitu piawai dan semangat.

BACA JUGA: ACT Bangun Sumur untuk Kebutuhan Air 247 Kepala Keluarga

"Di sekolah tiap bulannya itu ada tema, nah kali ini temanya tentang lingkungan, mereka sangat terkesan dan pastinya membekas di ingatan mereka, sebab ini juga yang pertama dilakukan di sekolah langsung, anak-anak antusias khususnya pada saat praktik simulasi gempa dan kebakaran," tambah Iwan.

ACT dan MRI Kaltim sendiri akan terus membangun kolaborasi dengan setiap elemen masyarakat untuk mengedukasi perihal mitigasi bencana. Salah satunya bersama pihak sekolah yang perlu digaungkan dan dikembangkan, sebagaimana disampaikan oleh Budi Cahyanto selaku Staff ACT Kaltim.

"Alhamdulillah saya sangat senang karena program ini bisa berjalan lancar. Para siswa sangat antusias dalam kegiatan, terlebih mereka baru pertama kali melalui proses pelatihan seperti ini. Senang melihat para siswa dan guru juga antusias dalam pelatihan mitigasi bencana," kata Budi.