PDI Perjuangan Buka Koalisi Pilwali Surabaya 2020

Baehaqi Almutoif

Senin, 27 Mei 2019 - 12:32

JATIMNET.COM, Surabaya – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Timur tidak menutup kemungkinan membuka koalisi di kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menilai, kerjasama tetap dibutuhkan dalam membangun daerah. Meski di beberapa wilayah, partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih itu memperoleh kursi terbanyak di Pemilu 2019.

Surabaya misalnya, sesuai hitungan DC 1 KPU, PDI Perjuangan diperkirakan memperoleh 27 persen atau 15 kursi di DPRD Surabaya. Jumlah itu cukup untuk mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Pilwali 2020.

BACA JUGA: Menantu Soekarwo Belum Terima Tawaran Maju Pilwali

“Dibandingkan dengan berangkat sendiri, kami memilih bersama-sama (berkoalisi),” ujar Kusnadi dikonfirmasi, Minggu 27 Mei 2019.

Hanya saja, untuk Surabaya, politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur enggan berandai-andai berkoalisi dengan partai yang akan dipilih. "Kami belum bicara sejauh itu. Namun, kami tetap membuka peluang untuk nerkoalisi," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai kader yang memiliki peluang besar untuk diusung, lanjut Kusnadi, masih Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Wisnu yang juga Wakil Wali Kota Surabaya mendampingi Tri Rismaharini dinilai masih yang terkuat. "Belum ada kader lain," tegasnya.

BACA JUGA: PDI Perjuangan Ajukan Dua Nama untuk Ketua DPRD Surabaya

Kendati demikian, Kusnadi menegaskan bahwa rekomendasi untuk kandidat yang akan diusung partainya dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Diperkirakan penjaringan Pilkada 2020 mulai dilakukan semester dua tahun ini.

“Surabaya menjadi daerah yang diprioritaskan oleh DPP. Kami akan berjuang menghadirkan kepala daerah yang sesuai dengan keinginan masyarakat," katanya.

Selain Surabaya, Pilkada Blitar (kota dan kabupaten) juga disebutnya harus dimenangkan partai yang terbelah di era Orde Baru itu. Kendati harus menang, PDI Perjuangan tidak menutup kemungkinan berkoalisi.

Baca Juga

loading...