Logo

Pasar Djadoel Grissee #5 Hidupkan Kembali Kuliner Tempo Dulu Gresik

Reporter:,Editor:

Jumat, 21 August 2026 04:00 UTC

Pasar Djadoel Grissee #5 Hidupkan Kembali Kuliner Tempo Dulu Gresik

Suasana puncak acara pasar Djadoel yang digelar di pusat perbelanajaan, Gressmall Gresik berlangsung seru, Jumat, 21 Agustus 2026. Foto: Agus Salim.

JATIMNET.COM, Gresik – Suasana tempo dulu kembali hadir di Gressmall melalui Pasar Djadoel Grissee #5. Digelar 20-23 Agustus 2026 di Atrium Gressmall, kegiatan ini menghadirkan beragam kuliner tradisional sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan dan melestarikan budaya pangan khas Gresik.

Gressmall bersama Omah Dhuafa menghadirkan puluhan pelaku kuliner dengan berbagai makanan, jajanan, dan minuman tradisional. Di antaranya Sego Krawu, Gule Obos, Lontong Romo, Kupat Ketheg, Serabi, Getuk, Srawut, Bongko Kopyor, hingga minuman Legen, Sinom, Dawet Siwalan dan Es Gudir.

General Manager Gressmall Erich Pramono Bangun mengatakan, Pasar Djadoel bukan sekadar menghadirkan makanan tradisional, tetapi juga menjadi upaya menjaga cerita dan cita rasa Gresik agar tetap dikenal generasi muda.

“Pasar Djadoel bukan sekadar menghadirkan makanan tradisional, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk menjaga cerita, rasa, dan budaya Gresik agar tetap dikenal oleh generasi sekarang dan generasi berikutnya,” ujarnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Kehadiran kuliner tempo dulu tersebut menjadi ruang nostalgia bagi generasi yang pernah menikmatinya. Sementara bagi generasi muda, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal beragam makanan tradisional yang mulai jarang ditemui.

Selain pelestarian budaya, Pasar Djadoel juga memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha kuliner lokal agar produk tradisional Gresik semakin dikenal masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busyiri, Direktur Utama PT Dharma Graha Utama Erwin H Poedjono, serta General Manager Gressmall Erich Pramono Bangun.

Melalui Pasar Djadoel Grissee #5, Gressmall dan Omah Dhuafa berharap kuliner tradisional tidak hanya menjadi bagian dari kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.