Logo

Panen Padi di Kota Mojokerto Meningkat 1,7 Ton Per Hektare

Reporter:,Editor:

Selasa, 28 April 2026 02:00 UTC

Panen Padi di Kota Mojokerto Meningkat 1,7 Ton Per Hektare

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan kenaikan hasil panen padi di wilayahya dalam pelatihan tanaman pangan dan hortikultura, Senin, 27 April 2026. Foto: Prokopim.

JATIMNET.COM, Mojokerto - Produktivitas padi di Kota Mojokerto menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari sebelumnya sekitar 6,5 ton per hektare, kini hasil panen mampu mencapai 8,2 ton per hektare.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan bahwa peningkatan produktivitas tersebut merupakan hasil dari program pendampingan intensif yang selama ini dijalankan pemerintah daerah, termasuk melalui program Luas Tambah Tanam (LTT).

“Alhamdulillah, beberapa kali panen sejak 2025 sudah mencapai 8,2 ton per hektare, dari sebelumnya sekitar 6,5 ton,” ujarnya dalam pelatihan tanaman pangan dan hortikultura yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto, Senin, 27 April 2026.

Selain pendampingan teknis, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan penunjang pertanian. Mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk, hingga pestisida untuk membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, meskipun memiliki keterbatasan lahan sebagai daerah perkotaan, Kota Mojokerto tetap mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Terkait dengan pelatihan tanaman pangan dan hortikultura, Kepala DKPP Kota Mojokerto, Novi Rahardjo menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari program penyuluhan pertanian yang rutin dilakukan.

Tujuannya, meningkatkan wawasan dan kemampuan petani dalam mengelola pertanian secara lebih efektif dan adaptif.

Materi yang diberikan dalam pelatihan kali ini mencakup strategi pengembangan tanaman pangan dan hortikultura di wilayah perkotaan. Selain itu, langkah-langkah antisipasi dan mitigasi terhadap potensi gangguan hidrometeorologi yang dapat memengaruhi hasil pertanian.

Menurut Novi, dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk bantuan sarana penunjang yang dapat langsung dimanfaatkan petani di lapangan.

“Kemudian untuk bahan ajar kami juga akan men-support teman-teman itu mulai dari rodentisida, insektisida, bibit cabai serta gandasil dan beberapa penangkal hama lainnya,” jelasnya.