JATIMNET.COM, Surabaya – Persoalan pengungsi Syiah Sampang bakal “diwariskan” kepada Gubernur Jawa Timur baru Khofifah Indar Parawansa. Gubernur Jatim Soekarwo yang segera lengser ini berharap gubernur yang baru nanti tetap memperhatikan mereka.

Tak terkecuali perihal Jatah Hidup (Jadup) bagi warga Syiah Sampang. "Saya berharap tetap ada. Karena itu tanggung jawab negara," ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebur, Senin 11 Februari 2019.

Selama ini, kata Soekarwo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan jadup kepada 331 kepala keluarga, dari 338 warga Syiah Sampang yang masih menjadi pengungsi di Rusun Puspa Agro. Mereka mendapat jatah Rp 700 ribu per kepala keluarga setiap bulannya.

BACA JUGA: Khofifah-Emil Dardak Diarak Keliling Kota Surabaya

Selain jadup, gubernur yang memasuki purna tugas Senin 12 Februari 2019 itu juga meminta agar melanjutkan wacana relokasi dengan tempat tinggal lebih layak lagi. Gubernur baru bisa melakukan pendekatan persuasif untuk membujuk pengungsi syiah, sehingga mau dipindahkan ke tempat baru.

"Walaupun sebagian sudah kerja sebetulnya, sudah hidup dengan tambahan penghasilan dari pekerjaan di sekitar situ," ungkapnya.

Rencana relokasi, diungkapkan Pakde Karwo sebenarnya telah mencuat beberapa tahun lalu. Pemprov Jawa Timur sudah menyediakan lahan dan rumah di Gresik. Namun ketika akan dipindah, mereka menolak.

BACA JUGA: Gus Ipul Disuguhi Khofifah Durian Wonosalam

"Sudah kami siapkan rumah. Tapi rencana tersebut ditolak oleh tujuh kepala keluarga, karena mereka nggak mau pindah," urainya.

Masalah pengungsi Syiah ini masih menjadi pekerjaan yang belum tuntas hingga kini. Mayoritas dari mereka sebenarnya ingin kembali ke tanah kelahirannya. Tetapi situasi belum memungkinkan pulang.

Kini mereka di Rusun Jemundo telah membaur dengan masyarakat sekitar. Beberapa dari warga Syiah Sampang bahkan telah bekerja di sekitar sana.