JATIMNET.COM, Surabaya – Sekitar 20 ribu warga Jawa Timur bersiap menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang baru, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, Kamis 14 Februari 2019. Mereka bakal dibagi di tiga titik, Masjid Agung Surabaya (MAS), Tugu Pahlawan dan Gedung Negara Grahadi.

“Insya Allah penyambutan mulai landing (mendarat) di Bandara Juanda pasca pelantikan di Jakarta. Kemudian di arak ke Masjid Al Akbar,” kata Ketua Tim Kreatif Khofifah-Emil, Helmy M Noor saat dihubungi Jatimnet.com, Senin 11 Februari 2019.

Di Masjid Al Akbar, lanjutnya, tiga ribu santri sudah menunggu untuk menunaikan salat Duhur berjamaah, disambung doa bersama, dan diakhiri sujud sukur.

Setelah itu, gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2019-2024 keluar menuju pintu timur naik mobil jeep terbuka dengan diikuti 30 unit di belakanganya menuju Monumen Tugu Pahlawan.

BACA JUGA: Gus Ipul Disuguhi Khofifah Durian Wonosalam

“30 Jeep Wilis ini terdiri atas relawan, partai politik pengusung dan masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya Khofifah-Emil disambut 199 penari Remo dan lima ribu relawan di Tugu Pahlawan. Ketua Muslimat NU itu memberikan pidato pertamanya setelah dilantik.

Selanjutnya rombongan bergeser menuju Jalan Tunjungan atau depan Hotel Mojopahit, untuk berjalan kaki bersama relawan menuju Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo.

Khofifah-Emil akan naik kereta khas Madura diiringi musik dan kesenian khas Pamekasan, Ul-Daul. Tak ketinggalan barisan drumband, barongsai dan kesenian lainnya turut mengantar mantan Menteri Sosial itu menuju Gedung Negara Grahadi.

BACA JUGA: Khofifah Bocorkan Jadwal Pelantikannya Sebagai Gubernur Jatim

“Beliau akan disambut forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, Muslimat NU, dan masyarakat lain di Grahadi,” lanjutnya.

Helmy M.Noor menerangkan Khofifah akan berbuka puasa di Grahadi. “Bu Khofifah rutin beribadah puasa Senin-Kamis. Kemudian salah Maghrib dilanjut istighosah dan memberi santunan anak yatim,” tegasnya.

Acara ditutup ramah tamah dengan Gedung Negara Grahadi. Pada acara penutupan ini, tamu bisa menikmati suguhan sebelas menu khas Jawa Timuran dari pedagang kaki lima.