Logo

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono Mangkat, Ini Profil lengkapnya

Reporter:,Editor:

Rabu, 11 February 2026 06:00 UTC

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono Mangkat, Ini Profil lengkapnya

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono. Foto: Humas DPRD Kota Surabaya

JATIMNET.COM, Surabaya - Meninggalnya Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB mengagetkan warga Surabaya.

Jatimnet.com mencoba merangkum profil lengkap mas Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono yang berangkat dari wartawan hingga ke panggung politik Kota Pahlawan.

Mas Awi lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Ia dikenal sebagai sosok yang meniti jalan panjang pengabdian dari dunia jurnalistik hingga mencapai posisi strategis dalam politik lokal sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya.

Kariernya dimulai sebagai wartawan salah satu media massa di Surabaya. Fase ini membentuk cara berpikirnya yang tenang, berbasis data, dan peka terhadap kepentingan publik.

Nilai-nilai jurnalistik itu kemudian dibawanya ketika bergabung dengan PDI Perjuangan. Lewat partai tersebut, ia membangun karier politik secara konsisten dari bawah, hingga dipercaya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Selanjutnya, memimpin lembaga legislatif Kota Surabaya.

BACA: Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Meninggal, Begini Kenangan Rekan di PDIP

Sebagai Ketua DPRD, Mas Awi dikenal luas sebagai figur yang kalem, dingin, dan tidak reaktif. Ia menyelesaikan persoalan dengan dialog, bukan polemik.

Dalam dinamika politik yang sering keras, Mas Awi memilih jalur sunyi: mendengar, merangkum, lalu mengambil keputusan secara matang. Ia tidak mencari sorotan, tetapi bekerja tuntas.

Bagi banyak orang, Mas Awi adalah penolong yang senyap. Ia mudah dihubungi, “ringan tangan”, dan tidak pernah memperbesar persoalan.

Ia hadir untuk menyelesaikan masalah, bukan memperpanjangnya. Sikap itu membuatnya dihormati lintas kalangan: kawan, lawan politik, jurnalis, aktivis, hingga warga biasa.

Kepergian Mas Awi bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan PDI Perjuangan. Kota Surabaya juga kehilangan seorang pemimpin yang menjunjung etika, kesantunan, dan akal sehat dalam berpolitik.