JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Divisi Regional Bulog Jawa Timur Muhammad Hasyim memastikan stok beras yang mencapai 650 ribu ton dianggap cukup untuk dilakukan operasi pasar (OP) selama awal tahun.

“Stok beras di Bulog Jawa Timur masih 650 ribu ton. Ini lebih besar dibandingkan dengan stok tahun lalu (awal tahun) yang kurang lebih hanya 100 ribu ton,” ujar Hasyim saat ditemui di kantornya, Rabu 9 Januari 2019.

Ketersediaan beras tersebut membuat Bulog Divre Jatim masih cukup perkasa menahan gejolak harga beras di awal tahun yang disebabkan menurunnya produksi beras. Pihaknya telah menyediakan 70 ribu ton untuk operasi pasar (OP) yang dilakukan di seluruh rumah pangan milik Bulog dan kios-kios di pasar tradisional.

BACA JUGA: Uji Coba Pasar, Bulog Luncurkan Beras Sachet 200 Gram

Selain itu, Bulog telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan OP. Pedagang beras di dalam pasar digandeng untuk menyalurkan beras dari Bulog. Cara ini dianggap efektif menekan lonjakan harga beras di pasaran.

Hasyim mengakui serapan beras berada di kisaran 900-1.000 ton per hari. Jumlah itu diprediksi meningkat di awal tahun karena menurunnya produksi. Hanya saja Hasyim belum berani menghitung berapa peningkatan permintaan yang terjadi.

“Kita belum menghitung, tetapi dengan ketersediaan ini pastinya masih mencukupi. Apalagi dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan panen raya,” bebernya.

BACA JUGA: Bulog Probolinggo Gelontor Beras 49,5 Ton

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur sebelumnya memasukkan beras sebagai salah satu komponen penyumbang inflasi Desember 2018. Tercatat inflasi beras mencapai 0,73 persen dengan andil 0,03 persen.

Meski tidak cukup tinggi, namun Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono mengingatkan agar berhati-hati dengan pergerakan inflasi beras. “Biasanya tren awal tahun, Januari-April jumlah panen menurun,” kata Teguh belum lama ini.