BPBD Yogyakarta Antisipasi dengan 30.000 Masker

Rochman Arief

Minggu, 6 Januari 2019 - 11:20

JATIMNET.COM, Yogyakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan 30.000 masker untuk dibagikan kepada bagi warga di kawasan lereng Gunung Merapi.

Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya hujan abu tipis seperti yang terjadi pada Jumat 4 Januari 2019 lalu di Kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

“Masker ini berjumlah 30 ribu dan akan dibagikan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk mengantisipasi terjadinya hujan abu,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana, Minggu 6 Januari 2019.

Selain itu, pihaknya juga telah meningkatkan kemampuan mitigasi bencana bagi warga di kawasan lereng Gunung Merapi. "Kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat di sekitar lereng Merapi sudah kami siapkan sejak awal untuk menghadapi setiap ancaman bencana,” kata dia.

BACA JUGA: Tadi Malam, Merapi Luncurkan Lava Pijar

Sebelumnya, terjadi hujan abu tipis yang disaksikan masyarakat di Kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman serta dua desa di Kecamatan Kemalang, Klaten selama dua hari yakni pada tanggal 4-5 Januari 2019.

"Di Sleman (hujan abu) mulai terpantau masyarakat pada Sabtu siang pukul 12.00 WIB, sedangkan di Klaten sudah terpantau sejak Jumat malam pukul 22.15 WIB,” kata Perwura Regu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Sumo.

Berdasarkan pantauan TRC, hujan abu tipis terpantau setelah munculnya luncuran guguran lava dari Merapi. Saat ini kawasan lereng Gunung Merapi cerah dan suah tidak terpantau sisa-sisa hujan abu yang berterbangan di kawasan itu. "Kemarin hujannya terpantau tipis sekali," kata dia.

Sementara pada Jumat 4 Januari ) malam, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar pada pukul 21.01 WIB dengan jarak luncur hingga 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.

BACA JUGA: Gunung Merapi Meletus, Masyarakat Diminta Tenang Dan 120 Pendaki Selamat

Hasil analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi periode 27 Desember-3 Januari 2018 yang dirilis BPPTKG menyebutkan bahwa volume kubah lava mencapai 415.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.800 meter kubik per hari.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian di gunung api itu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Sedangkan untuk jarak aman pemantauan aktivitas Gunung Merapi oleh masyarakat yakni tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. (ant).

Baca Juga

loading...