OJK Nilai Porsi Dana Kelolaan Reksadana Syariah Masih Rendah

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Selasa, 14 Mei 2019 - 16:37

JATIMNET.COM, Jakarta – Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto mengatakan porsi dana kelolaan reksadana syariah saat ini masih relatif rendah meski terjadi peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

“Pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah baik lebih dari tiga kali lipat, dari Rp 11 triliun pada 2016 menjadi Rp 35 triliun per 9 Mei 2019. Namun proporsi dana kelolaan reksadana syariah masih tujuh persen dari total dana kelolaan reksadana,” ujar Sujanto di Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

Dari tahun ke tahun, industri pengelolaan investasi terus menunjukkan tren positif. Tiga tahun terakhir ini, total dana kelolaan reksadana meningkat hampir dua kali lipat yaitu Rp 272 triliun pada 2016 menjadi Rp 507 triliun per 9 Mei 2019. Jumlah produk reksadana juga meningkat dua kali lipat dari 1.091 produk pada 2016 menjadi 2.082 produk.

Adapun jumlah investor reksadana, juga naik lebih dari tiga kali lipat dari sekitar 320.000  investor pada 2016 menjadi 1,14 juta pada akhir April 2019.

BACA JUGA: Kinerja Industri Jasa Keuangan Jatim Tumbuh Positif Tahun 2018

Namun jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa, jumlah investor reksadana hanya 0,4 persen dari total populasi.

“Oleh karena itu, kami melihat industri reksadana termasuk reksadana syariah masih berpotensi tumbuh ke depannya,” kata Sujanto.

Salah satu upaya OJK meningkatkan reksadana syariah dengan melakukan edukasi terhadap produk investasi tersebut. Melalui sosialisasi secara terus menerus, OJK berupaya menghilangkan paradigma yang salah mengenai investasi di pasar modal.

“Banyak yang mengatakan bahwa investasi adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip syariah bisa mengandung judi dan riba. Padahal beberapa fatwa MUI telah diterbitkan dalam memastikan investasi secara syariah di pasar modal,” kata Sujanto.

BACA JUGA: OJK Kenalkan Program Pembukaan Rekening Efek Secara Elektronik

Selain itu, pengelolaan reksadana pun tidak luput dari koridor prinsip syariah. Yakni diawasi dewan pengawas syariah, dan diwajibkan berinvestasi pada instrumen-instrumen syariah. Salah satunya surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah (sukuk) dan saham-saham yang terdaftar dalam daftar efek syariah.

Selain sosialisasi, OJK juga mendorong pelaku industri pengelola investasi untuk memanfaatkan platform online dalam melakukan penjualan. Saat ini terdapat 50 platform online yang telah dikembangkan manajer investasi, gerai penjualan seperti e-commerce, dan penyelenggara financial technology (fintech) lainnya.

“Berinvestasi reksadana melalui platform online terbukti mampu meningkatkan minat untuk berinvetasi di reksadana, terutama generasi milenial yang sudah melek teknologi. Kalau kita lihat total investor reksadana mencapai 1,14 juta, hampir 35 persen ada di milenial,” Sujanto memungkasinya. (ant)

Baca Juga

loading...