JATIMNET.COM, Melbourne – Novak Djokovic mengukuhkan diri sebagai raja di Australia Terbuka. Unggulan pertama dalam turnamen menjadi petenis dengan gelar juara terbanyak.

Dia merengkuh gelar ketujuh sekaligus melewati rekor yang dicapai Roger Federer dan Roy Emerson yang merebut enam gelar. Gelar ketujuh dia dapat setelah mengalahkan, Rafael Nadal, 6-3, 6-2, dan 6-3 di Rod Laver Arena, Minggu 27 Januari 2019.

Petenis asal Serbia itu kini mengoleksi 15 gelar Grand Slam. Selain itu, kemenangan ini memperpanjang rekor pertemuan dengan Nadal menjadi 28 berbanding 25 dari 53 perjumpaan.

BACA JUGA: Menanti Aksi Para Raja Di Australia Terbuka

“Berdiri di sini dan memenangkan tiga dari empat pukulan, sungguh menakjubkan. Saya tidak bisa berkata-kata. Ini pertandingan yang sulit bagi Anda (Nadal),” kata Djokovic, seperti dikutip dari Guardian.

Tak lupa Djokovic meminta maaf kepada Nadal yang dirundung cedera dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu yang membawa pengaruh pada permainannya. Meskipun Nadal menunjukkan rekor impresif dalam dua pekan di Melbourne.

Djokovic telah melakukan operasi dan melakukan perawatan hampir 12 bulan. Sepanjang periode tersebut, dia mampu merebut tiga dari empat gelar yang telah dilalui.

Penampilan Djokovic cukup impresif dalam partai puncak ini. BBC Sport mencatat Djoker, sapaannya mencetak 34 winners dan hanya sembilan unforced errors (kesalahan sendiri) untuk menundukkan petenis asal Spanyol itu.

Gelar ini menempatkan Djokovic merebut tiga gelar Grand Slam secara beruntun. Sebelumnya dia telah mengangkat trofi di Wimbledon dan Amerika Serikat (AS) Terbuka tahun lalu.

BACA JUGA: Osaka Beber Rahasia Rebut Australia Terbuka

Dari kubu Nadal, kekalahan langsung ini merupakan yang pertama. Petenis kidal itu belum pernah kehilangan set saat tampil di final Grand Slam. Meski demikian, dia mengakui penampilannya kurang beruntung menghadapi.

“Dua minggu yang emosional. Jika malam ini bukan hari terbaikku, saya memiliki seseorang yang bermain jauh lebih baik malam ini,” ungkap petenis 32 tahun itu melalui Dailymail.

Nadal mengakui tampil cukup baik pada final di Melbourne Park. Hanya saja dia kurang beruntung dalam duel klasik tersebut. Terlebih dia telah melewatkan persiapan panjang untuk kembali menjadi petenis terbaik.

Catatan lain di final tersebut, Nadal hanya memiliki 53 poin dibandingkan 89 yang dibukukan Djokovic.

Duel tahun ini tidak sesuai prediksi hanya berjalan dua jam dan empat menit. Padahal final tahun 2012 terjadi maraton dengan memakan waktu lima jam 53 menit. Faktor lain, Nadal juga belum pernah mengalahkan Djokovic di lapangan hard court dalam lima tahun terakhir.