Rabu, 23 September 2026 04:00 UTC

Salah seorang peserta One School One Even mencium tangan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam event seni dan budaya di Taman Bahari Majapahit. Selasa, 22 September 2026. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Taman Bahari Majapahit (TBM) Kota Mojokerto kembali menjadi panggung bagi kreativitas para pelajar.
Melalui One School One Event (OSOE) ke-37, siswa dari sejumlah sekolah mendapat kesempatan menampilkan bakat mereka di bidang seni dan budaya.
Keberlanjutan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Menurut Ning Ita, sapaan akrabnya, konsistensi OSOE menunjukkan bahwa sebuah ruang publik dapat tumbuh menjadi tempat yang memberi kesempatan bagi anak-anak untuk berekspresi.
“Alhamdulillah, One School One Event ke-37 kembali terselenggara. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan TBM dapat menjadi ruang kreasi bagi anak-anak kita untuk menampilkan kreativitas dan kepiawaian mereka,” katanya.
Bagi pelajar, panggung semacam ini bukan sekadar tempat mempertunjukkan kemampuan. Mereka juga belajar tampil di depan publik, bekerja sama, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengenal seni dan budaya secara langsung.
Ning Ita berharap fungsi tersebut terus berkembang. TBM, kata dia, tidak harus berhenti sebagai tempat rekreasi, tetapi bisa dihidupkan dengan berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
“Sebagai generasi pewaris Majapahit, kita membawa semangat Spirit of Majapahit. Karena itu, seni dan budaya harus terus diberikan ruang untuk ditampilkan dan diekspresikan oleh generasi-generasi kita,” tuturnya.
Menurut Ning Ita, pengenalan budaya kepada anak-anak juga tidak bisa dilepaskan dari lingkungan pendidikan dan keluarga. Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tugas pelaku seni, tetapi perlu menjadi bagian dari proses pendidikan generasi muda.
“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para pegiat budaya. Ini juga bagian dari proses pendidikan kepada generasi muda,” ujarnya.
Di sisi lain, keberadaan OSOE turut mempertemukan berbagai aktivitas di TBM. Pendidikan dan kebudayaan berjalan beriringan dengan fungsi ruang publik, sehingga tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat yang lebih beragam.
Ning Ita juga mengapresiasi guru dan orang tua yang memberikan ruang serta pendampingan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka.
Ia berharap konsistensi OSOE dapat terus dipertahankan sehingga TBM semakin dikenal bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang bertemu, berkarya, dan berekspresi bagi masyarakat Kota Mojokerto.
